Berita

Restoran Gado-gado Boplo/RMOL

Politik

Deklarasi BG-Tito Sebagai Capres Dan Cawapres Ternyata Hoax

SELASA, 30 JULI 2019 | 16:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Undangan deklarasi dukungan terhadap Kepala BIN Budi Gunawan dan Kapolri Tito Karnavian sebagai Capres-Cawapres di Pilpres 2024 yang diselenggarakan Forum Pemuda NKRI ternyata tidak benar alias hoax.

Berdasarkan undangan yang diterima wartawan, deklarasi itu dilaksanakan di Restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/7), pukul 14.00 WIB. Namun, di lokasi acara, ternyata tidak ada apa-apa.

Bahkan, pihak restoran mengaku sudah banyak wartawan yang hadir untuk melakukan peliputan rencana deklarasi tersebut.


"Wah, enggak ada acara apa-apa Mas, tadi juga sudah banyak wartawan yang datang. Di sini enggak ada acara apapun terkait deklarasi itu," kata salah satu karyawan restoran kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (30/7).

Wartawan RMOL juga telah mendatangi beberapa tempat di sekitar Restoran Gado-gado Boplo di sekitar Menteng, Jakarta, hasilnya tetap sama, tidak ada agenda deklarasi.

Forum Pemuda NKR rencananya akan deklarasi dukungan terhadap BG dan Tito sebagai Capres-Cawapres pada Pilpres 2024.

BG dinilai berhasil menginisiasi pertemuan antara Jokowi-Prabowo lalu Megawati-Prabowo. Pertemuan tersebut membuat isu perpecahan pasca pilpres redup. Sementara keberhasilan Tito terlihat dalam menjaga situasi kondisi Kamtibmas selama gelaran Pilkada 2017, 2018 hingga Pemilu 2019.

Capaian kedua jenderal polisi itu menurut Forum Pemuda NKR patut diapresiasi dan layak diusung menjadi Capres-Cawapres periode 2024-2029.

Pada 4 Juli lalu, undangan deklarasi BG dan Tito sebagai calon presiden juga beredar di jejaring media sosial. Undangan dari kelompok yang menamakan diri Gerakan Peduli Indonesia Bersih (GPIB) dijadwalkan digelar di Bakoel Koffie, Jalan Cikini, Jakarta Pusat.

Setelah pihak manajemen Bakoel Koffie dihubungi redaksi, ternyata tidak ada pihak manapun yang memesan tempat untuk kegiatan deklarasi BG dan Tito.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya