Berita

Ferry Juliantono/RMOL

Politik

Waketum Gerindra: Kami Tidak Boleh Mendistorsi Hak Prerogatif Presiden

SABTU, 27 JULI 2019 | 15:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Partai Gerindra menegaskan tidak pernah meminta jabatan baik di eksekutif maupun legislatif pada Presiden terpilih Joko Widodo.

"Gerindra tidak pernah minta-minta dan tidak betul minta di tempat (kementerian) yang basah," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono kepada wartawan usai diskusi polemik bertajuk "Utak Atik Manuver Elit" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).

Dijelaskan, dalam pertemuan antara Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT beberapa waktu lalu, Prabowo memang menyatakan bahwa Gerindra siap membantu pemerintahan jika diperlukan. Namun, hak prerogatif seorang Presiden tidak bisa diganggu gugat.


"Kami tidak boleh mendistorsi hak prerogatif Presiden, atau merasa langkah pertemuan Prabowo, Jokowi dan Mega akan ada pengurangan kursi partai A atau B," ujar Ferry.

Dia menegaskan, pertemuan para tokoh utama politik Indonesia itu merupakan pertemuan yang memiliki kepentingan besar demi persatuan bangsa. Dia menyebut, pertemuan itu tidak bicara soal bagi-bagi kursi, namun lebih pada rekonsiliasi pasca-pemilu yang dianggap menimbulkan distorsi di masyarakat.

"Semua pihak mau rekonsiliasi. Jadi kalau tidak datang rekonsiliasi disalahin, kalau rekonsiliasi dianggap ganggu koalisi. Sudah, soal kabinet kursi hak prerogatif Presiden, jangan masuk soal kursi kabinet," terang Ferry.

Menurut dia, sejak 2008, Gerindra sudah self-financing dan mampu berdiri sendiri. Maka, anggapan bahwa Gerindra mencari posisi untuk menghidupi partai adalah anggapan yang salah.

"Dari pertama berdiri Gerindra oposisi terus. Gerindra sampai hari ini masih di luar pemerintah. PKS pernah di pemerintahan. Jadi, tergantung presiden, kalau merasa memerlukan ambil SDM untuk bantu pemerintahannya bisa jadi dari partai di luar koalisinya," demikian Ferry.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya