Berita

Airlangga Hartarto/RMOL

Politik

Empat Nama Ini Layak Dipertahankan Jokowi

JUMAT, 26 JULI 2019 | 20:11 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Selama ini ramai daftar menteri Kabinet Indonesia Kerja yang tidak layak dipertahankan untuk pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Padahal perlu juga diperhatikan menteri-menteri mana saja yang seharusnya dipertahankan Presiden Jokowi.  

Analis politik Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai ada empat menteri yang layak dipertahankan oleh Jokowi untuk periode kedua. Dasarnya adalah prestasi kementerian dan relasi politik yang cukup kuat.

Dedi menyebut nama pertama adalah Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato.


"Meskipun menteri itu jabatan publik, tetap saja relasi kerja dan politik menjadi pertimbangan. Airlangga Hartarto memiliki keduanya. Dia berkinerja baik mengawal industri dan menjabat ketua umum Golkar dengan kursi dominan kedua di parlemen," urai Dedi saat diwawancara, Jumat (26/7).

Modal kinerja dan politik itu diyakini Dedi membuat Airlangga berpeluang dipertahankan Jokowi.

"Paling tidak, presiden tidak kesulitan menentukan kriteria pada pembantunya di kabinet karena telah merasakan hasil kerja. Berbeda dengan tokoh baru yang harus dicermati lebih lanjut," terangnya.

Selain Airlangga, tiga nama menteri lain layak untuk dipertahankan Jokowi. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

"Setidaknya mereka itu yang menonjol. Airlangga, Susi Pudjiastuti, Retno Marsudi, dan Basuki Hadimuljono," jelas Dedi.

Mempertahankan menteri hingga periode kedua menurutnya sangat baik mengingat banyak pekerjaan dan kebijakan Jokowi di periode pertama yang belum tuntas.

"Bagi yang berprestasi, harusnya bertahan agar kebijakan dan pekerjaan periode lalu tidak terhenti atau setidaknya tidak berpindah tangan. Kepindahan tangan bisa saja berganti kebijakan dan akan melambatkan laju pembangunan," tuturnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya