Berita

Kantor Kejagung/Net

Politik

Seperti Kapolri Dan Panglima TNI, Jaksa Agung Harus Diisi Pejabat Karier

JUMAT, 26 JULI 2019 | 04:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Integritas dan profesionalitas harus menjadi acuan dalam memilih Jaksa Agung. Salah satunya, dengan tidak mengusung calon Jaksa Agung dari unsur partai politik.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai kebijakan yang diambil akan bias jika Jaksa Agung berasal dari parpol. Apalagi jika kasus yang ditangani melibatkan orang-orang yang berasal dari parpol yang sama.

"Ya pasti tidak bisa independen. Padahal posisi Jaksa Agung harus sama standarnya dengan pimpinan KPK," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7).


Senada dengan itu, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Sudhono Iswahyudi menilai seorang Jaksa Agung harus sosok memahami kondisi institusi maupun perilaku personel-personel Kejaksaan.

Menurutnya, Jaksa Agung lebih pantas diisi oleh pejabat karier yang memahami kultur spesifik institusi

“Sama dengan Kapolri atau Panglima TNI yang dari karier karena tugas penegak hukum itu tugas profesional, sama dengan dokter dan tenaga-tenaga ahli spesifik lainnya," jelasnya.

Berdasarkan pasal 9 ayat (2) UU 16/2004 tentang Kejaksaan, jaksa karier yang saat ini masih menjabat di Kejaksaan Agung antara lain Wakil Jaksa Agung, Arminsyah; Jampidus, Adi Toegarisman; Jamintel, Jan Samuel Maringka; Kabandiklat Kejaksaan, Setia Untung Arimuladi; Jamwas, M Yusni; dan Jamdatun, Loeke Larasati.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya