Berita

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (ketiga dari kiri)/Ist

Politik

Syahrul Yasin Limpo: Pemimpin Jangan Cuma Meladeni Dirinya Sendiri

RABU, 24 JULI 2019 | 17:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menjadi pembicara di acara The second Neuroleadership Forum (NLF) bertajuk 'Menggerakkan Inovasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Human Capital Intelligence & Wisdom' di Bank Indonesia Institute, Jakarta, Rabu (24/7).

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul berbicara terkait dengan kriteria seseorang bisa dikatakan sebagai pemimpin. Pemimpin, kata dia, harus menjadi orang yang berani berkorban untuk orang lain demi terwujud kebaikan bersama.

“Pemimpin tidak boleh hanya mau meladeni dirinya sendiri, memikirkan kepentingannya sendiri atau kelompoknya, tetapi harus berani berkorban untuk kepentingan bersama atau umum dan tidak boleh egois,” ujar Syahrul.


Setidaknya, ada empat prinsip yang ia pegang selama menjadi pemimpin, khusus menjadi kepala daerah di Sulawesi Selatan selama 20 tahun. Pertama adalah nilai agama atau teologis di mana setiap agama pasti mengajarkan tentang kebaikan dan mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan.

“Kedua, nilai kebenaran sosiologis, yakni pemimpin menghadirkan manfaat bagi orang lain. Pemilih harus menjadi rahmat dan berkat bagi orang lain, bukan menjadi menjadi bencana bagi orang lain atau masyarakat,” jelas anggota Tim Penasihat Senior pada Kantor Staf Presiden ini.

Ketiga, kata Syahrul, pemimpin harus memegang kebenaran yuridis atau aturan yang berlaku. Menurut dia, pemimpin tidak bertindak atas kemauan sendiri karena aturan tersebut dibuat untuk menjamin kepastian, ketertiban, dan keadilan sehingga bisa memberikan contoh bagi yang lain.

“Keempat adalah nilai kebenaran kultural. Pemimpin tidak bisa lepas dari budaya soal sopan santun, kerja sama, dan gotong royong,” tuturnya.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan seorang pemimpin juga harus sensitif terhadap kemajuan-kemajuan dan perkembangan zaman serta teknologi yang tidak terbendung lagi. Pemimpin harus mempunyai orientasi yang jelas di masa depan.

“Pemimpin harus visioner, kreatif di era seperti sekarang ini. Pemimpin harus mampu menunjuk arah kemana orang yang dipimpin mau dibawa, tentunya dibawa kepada kemajuan, kebaikan dan kesejahteraan,” tandasnya.

Karena itu, Syahrul berharap para pemimpin di Indonesia di semua bidang mempunyai spirit yang sama, yakni mengutamakan kepentingan rakyat dan terus bekerja sama membangun bangsa yang kuat, mandiri, dan berdikari.

Apalagi, kata Syahrul, saat ini Indonesia dipimpin oleh Joko Widodo yang mempunyai visi dan mimpi besar, yakni Indonesia Maju.

“Jokowi adalah pemimpin kita. Tugas kita adalah mengisi Jokowi agar lebih kuat, lebih baik. Jokowi harus diperkuat sehingga mengambil langkat yang tepat dan bijak. Kita tidak boleh membiarkan Jokowi sendiri,” pungkas Syahrul.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya