Berita

Airlangga Hartarto/net

Politik

Airlangga Terganjal Daftar Kegagalan Pimpin Golkar

MINGGU, 21 JULI 2019 | 00:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menuju agenda Musyawarah Nasional, ada saja tuduhan diarahkan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Baru saja Airlangga dituduh menabrak aturan dasar dan rumah tangga (AD/ART) partai. Sebut saja perombakan struktur DPP Partai serta penentuan pelaksanaan musyawarah nasional (munas) yang sejauh ini belum melewati rapat pleno.

"Pasti melanggar AD/ART itu, akan terjadi gugat-menggugat nanti di Mahkamah Partai atau pengadilan dan ujungnya perpecahan," kata Ketua DPP Partai Golkar, Lawrence Siburian, dalam diskusi bertajuk "Ngebut Munas Parpol, Jelang Kabinet Baru" di Jalan Wahid Hasyim, kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).


Menurut Lawrence, Munas Golkar seharusnya dilaksanakan Oktober 2019. Namun Airlangga ingin menyelenggarakan Munas pada Desember 2019 tanpa keputusan rapat pleno.

"Sudah sekian lama selesai Pilpres, tidak ada pleno. Bahkan struktur diusulkan diubah. Ini artinya apa? Jangan-jangan takut kalau pleno, ada voting, kalah. Sedangkan ini bertentangan dengan AD/ART dan ini akibat fatal bisa terjadi perpecahan. Itu harus diselesaikan pertama," lanjutnya.

Dengan munculnya potensi perpecahan, Lawrence menuduh semangat Airlangga berbanding terbalik dengan keinginan Presiden Jokowi yang menginginkan Golkar tetap damai.

"Sudah cukup terakhir Nasdem yang lahir dari perpecahan Golkar," ucap Lawrence.

Di samping itu, kata Lawrence, sebagian kader Golkar mengkritik Airlangga yang tidak menyentuh internal partai hingga ke akar rumput. Airlangga juga dianggap tidak menyentuh elemen utama Golkar yang memiliki sepuluh organisasi sayap.

"Golkar bukan satu, tapi sepuluh kekuatan. Ajaklah semua berbicara dan pilihlah yang terbaik," saran Lawrence.

Ia membandingkan kepemimpinan Airlangga dengan beberapa pendahulunya, seperti Akbar Tanjung yang rela menginap di sejumlah daerah serta menemui kader di akar rumput untuk memenangkan Golkar.

Perolehan suara Golkar di Pileg 2019 menjadi bukti kegagalan Airlangga. Berdasarkan rekapitulasi akhir KPU, Golkar meraih 12,3 persen. Golkar berada di bawah PDIP dan Gerindra dalam hal raihan suara nasional. Kursi di parlemen Senayan juga berkurang dari 91 kursi menjadi 85 kursi. Perolehan itu jauh dari target sebesar 110 kursi.

"Karena itu, kami perlu evaluasi. Bukan persoalan Airlangga-nya, tapi kenapa bisa seperti itu? Mungkin salah memilih pemimpin, salah susun program, dan lain-lain. Karena pertarungan sesungguhnya adalah (Pemilu) 2024," tegasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya