Berita

Amien Rais/Net

Politik

Maksud Amien Rais Beri Kesempatan Jokowi Sepaket Dengan Mengawasi

SABTU, 20 JULI 2019 | 01:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Publik banyak menyalahartikan maksud dari pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang memberi kesempatan kepada Joko Widodo dan Maruf Amin untuk memimpin negeri ini.

Mayoritas publik menganggap pernyataan itu sebagai pertanda partai yang didirikan Amien Rais memberi isyarat merapat ke lingkaran istana.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais meluruskan bahwa pernyataan ayahnya tersebut tidak bisa dipotong begitu saja. Ada kelanjutan dari kalimat memberi kesempatan pada Jokowi.


“Jangan dipisah-pisahkan. Kemarin Pak Amien mengatakan memberikan kesempatan kepada Pak Jokowi dan Kiai Maruf untuk memimpin Indonesia lima tahun dan kita awasi. Itu kan satu paket, jadi silakan dicerna,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (19/7).

Dia menguraikan bahwa memberi kesempatan pada pasangan 01 merupakan kewajiban rakyat Indonesia. Sebab, KPU dengan berlandas putusan sengketa pilpres dari Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyatakan Jokowi-Maruf sebagai pemenang.

“Kalau sudah dinyatakan resmi secara legal ya sudah. Masak mau tidak diberi kesempatan? Kan nggak aneh juga kan ya?” tegasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya