Berita

Nusron Wahid/RMOL

Politik

Nusron: Deklarasi Para Caketum Tanda Golkar Kondusif Dan Demokratis

JUMAT, 19 JULI 2019 | 18:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Deklarasi sejumlah Calon Ketua Umum Partai Golkar pada Kamis kemarin (18/7) mendapat beragam tanggapan.

Ada yang menilai deklarasi "kepagian" berpotensi menimbulkan kegaduhan, karena agenda Musyawarah Nasional (Munas) baru akan diadakan akhir tahun nanti.

Namun, bagi sebagian pihak lain, deklarasi Caketum parpol berlambang beringin itu justru menandakan kaderisasi internal berjalan baik.


"Adanya banyak calon yang deklarasi menandakan ada banyak kader di lingkungan Partai Golkar. Menandakan bahwa ada suasana yang kondusif dan sangat demokratis di internal Partai Golkar," kata Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan DPP Golkar, Nusron Wahid, kepada wartawan, Jumat (19/7).

Menurutnya, deklarasi pencalonan tidak terlalu cepat meski DPP Golkar belum menggelar rapat Pleno dan Rapimnas untuk menentukan jadwal Munas.

Anggota tim sukses Bambang Soesatyo ini memastikan para calon ketua umum dan seluruh kader Partai Golkar ingin melakukan perubahan secara konstitusional dan sejalan dengan AD/ART partai.

"Mau Munas setelah Oktober atau sebelum Oktober, oke. Semua tergantung hasil Pleno dan Rapimnas. Kita ingin berjuang melalui jalan konstitusional. Pegangan kita adalah konstitusi Partai Golkar yang tertuang dalam AD/ART serta peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh internal partai," kata Nusron.

Sejumlah elite Golkar sudah mendeklarasikan diri sebagai Caketum. Kamis kemarin, Bambang Soesatyo, Ali Yahya, Ulla Nuchrawatty, dan Marlinda Irwanti menggelar deklarasi di Hotel Sultan, Jakarta. Nama lain yang sejauh ini dipastikan maju adalah Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisyam, dan calon petahana Airlangga Hartarto. Tetapi Airlangga absen dalam acara deklarasi.

Deklarasi kemarin dipertanyakan Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan. Menurutnya, deklarasi terlalu dini berpotensi timbulkan kegaduhan karena Munas baru akan digelar pada Desember mendatang.

"Munas Partai Golkar masih bulan Desember 2019. Pleno DPP Partai Golkar saja belum digelar," ujar Ace Hasan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya