Berita

Andre Rosiade/Net

Politik

Semen Tiongkok Dijual Murah, Industri Domestik Terancam Bangkrut

RABU, 17 JULI 2019 | 15:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Industri semen domestik sedang dalam ancaman. Terjadi kelebihan pasokan di pasar yang mengakibatkan mereka mengalami kerugian.

Anggota DPR terpilih, Andre Rosiade menguraikan bahwa kondisi ini terjadi lantaran arus masuk semen asal Tiongkok yang begitu besar ke dalam negeri. Parahnya, semen-semen ini dijual di bawah harga pasaran.

"Kenapa itu bisa terjadi karena ada kebijakan predatory pricing, di mana investor semen Tiongkok yakni semen Conch dengan sengaja menjual semen di Indonesia dengan harga merugi," kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/7).


Penjualan semen Conch, katanya berdampak langsung terhadap penjualan hingga produksi semen dalam negeri yang menurun.

Berdasarkan penelusurannya di situs jual beli online, harga semen tersebut dijual jauh lebih rendah dibanding semen lokal. Harga semen lokal rata-rata Rp 51 ribu. Sementara Conch dijual  di harga Rp 34 ribu.

Hasilnya, pabrik semen di Aceh, Semen Padang, Semen Baturaja, Semen Gresik, dan Semen Tonasa terpaksa menurunkan kapasitas produksinya.

“Karena semen mereka tidak laku karena kalah bersaing. Juga karena kebijakan semen Conch yang terindikasi menggunakan predatory pricing itu,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Demi menyelamatkan industri semen lokal, Andre mendesak Presiden Joko Widodo memanggil beberapa menteri terkait dan segera melakukan langkah-langkah solutif. Dengan begitu, BUMN di sektor semen bisa menjadi salah satu pondasi ekonomi bangsa.

"Apalagi asosiasi semen kita sudah berkirim surat kepada Menteri Perindustrian agar juga menghentikan dan moratorium pembangunan perusahaan semen baru dari investor luar, apalagi produksi semen kita sudah over supply," bebernya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya