Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Secara Kompetensi, Natalius Pigai Tidak Perlu Diragukan Jadi Capim KPK

JUMAT, 12 JULI 2019 | 01:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perwakilan dari Indonesia timur dibutuhkan dalam struktur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya agar anggaran besar yang digelontorkan pemerintah bisa terserap dengan baik untuk kesejahteraan rakyat.

Namun demikian, hal itu tampaknya tidak akan terjadi untuk periode pimpinan KPK mendatang. Sebab, tidak ada perwakilan dari Indonesia timur yang diloloskan dalam proses seleksi administrasi.

“Saya sepakat saya harus ada representasi orang Indonesia timur, khususnya Papua,” terang pengamat politi Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita RMOL sesaat lalu, Jumat (12/7).


Pangi turut menyayangkan nama Natalius Pigai yang tidak ikut terseleksi dalam 192 nama yang lolos.

Sebab, dalam penilaiannya, Pigai yang pernah menjadi Komisioner Komnas HAM memiliki integritas dan pengalaman mumpuni. Khususnya, dalam menangani aduan masyarakat.

“Pigai, saya pikir integritasnya bagus. Narasi dan pikiran pencerahannya keren,” tegas direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu.

“Sebenarnya, secara kompetensi memang kita nggak perlu meragukan beliau sebagai representasi Indonesia timur, dalam hal ini Papua,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya