Berita

Turki/Net

Dunia

Mantan PM Turki Kritik Kekalahan Partai AK Di Istanbul

SENIN, 01 JULI 2019 | 07:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan perdana menteri Turki dan sekutu dekat Presiden Tayyip Erdogan, Ahmet Davutoglu mengkritik Partai AK yang berkuasa setelah kalah dalam pemilihan walikota Istanbul pekan lalu.

Partai AK kehilangan jabatan walikota di kota terbesar di Turki oleh partai oposisi utama untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir dengan selisih yang cukup besar. Kelahsn itu terjadi meskipun pemilu tersebut sempat diulang.

Davutoglu yang menjabat sebagai perdana menteri Turki antara 2014 dan 2016 sebelum berselisih dengan Erdogan, mengkritik Erdogan dan kebijakannya sebelumnya.


"Dulu ada pemerintah yang merealisasikan semua janjinya dari waktu ke waktu," kata Davutoglu di sebuah acara di provinsi Elazig akhir pekan kemarin.

Namun dia menambahkan bahwa pemerintah kemudian mengalami kemunduran dalam prinsip-prinsip dan partai harus "membayar harga" tersebut.

"Jika kita kalah dalam pemilu yang pertama dengan 13.000 suara lagi dari 800.000 suara, seperti halnya di Istanbul, yang bertanggung jawab untuk ini bukanlah perdana menteri yang memberikan mayoritas parlemen yang jelas, tetapi mereka yang telah menyebabkan kemunduran yang serius dalam retorika, tindakan, moral dan politik," tuturnya seperti dimuat Reuters.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya