Berita

Kim Kardashian/Net

Dunia

Merk Dagang Terbaru Kim Kardashian Bikin Geram Warga Jepang

RABU, 26 JUNI 2019 | 23:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Selebriti Kim Kardashian West lagi-lagi menyedot perhatian. Kali ini, bintang reality show itu meluncurkan merek pakaian dalam pembentuk tubuh wanita atau shapewear dengan nama "Kimono Intimates".

Dia mengklaim, merk tersebut diluncurkan untuk merayakan dan meningkatkan bentuk dan lekuk tubuh wanita.

Namun, merk dagang Kim Kardashian itu membuat geram sejumlah warga Jepang. Di sosial media, sejumlah warga Jepang mengkritik penggunaan kata "Kimono" dalam merk tersebut karena dianggap tidak menghormati pakaian tradisional Jepang.


Kimono sendiri merupakan pakaian khas Jepang berupa jubah longgar yang biasanya diikat khusus di bagian pinggang. Pakaian ini telah digubakan sejak abad ke-15 di Jepang.

Kimino saat ini dianggap sebagai pakaian nasional Jepang dan sebagian besar dipakai pada acara-acara khusus.

"Kami memakai kimono untuk merayakan kesehatan, pertumbuhan anak-anak, pertunangan, perkawinan, kelulusan, pada saat pemakaman. Ini adalah pakaian perayaan dan diturunkan dalam keluarga dari generasi ke generasi," kata seorang wanita Jepang, Yuka Ohishi, kepada BBC.

"Shapewear (ini) bahkan tidak menyerupai kimono. Tidak ada rasa hormat terhadap apa arti sebenarnya pakaian dalam budaya kita," sambungnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya