Berita

Aksi unjuk rasa di Hong Kong/Net

Global

Inggris Larang Penjualan Gas Air Mata Ke Hong Kong

SELASA, 25 JUNI 2019 | 23:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris melarang penjualan peralatan kontrol kerumunan seperti gas air mata ke Hong Kong mulai Selasa (25/6).

Larangan ini diputuskan pasca aksi unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong beberapa waktu lalu di mana ratusan ribu hingga jutaan warga turun ke jalan memprotes RUU ekstradisi. RUU itu akan memungkinkan warga Hong Kong diekstradisi ke China daratan untuk menghadapi persidangan di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis.

Polisi Hong Kong menembakkan peluru karet dan gas air mata pada pengunjuk rasa yang melakukan aksi protes.


"Apa yang terjadi di Hong Kong adalah, saya pikir bagi kita semua, tes tentang arah perjalanan yang ditempuh China," kaya Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, seperti dimuat Reuters.

"Saya hari ini mendesak pemerintah Hong Kong untuk membangun investigasi yang kuat dan independen ke dalam adegan kekerasan yang kita lihat," kata Hunt.

Inggris, katanya, tidak akan mengeluarkan lagi izin ekspor untuk peralatan pengendalian kerumunan ke Hong Kong sampai masalah keprihatinannya terhadap hak asasi manusia dan kebebasan mendasar di Hong Kong ditangani secara menyeluruh.

"Hasil investigasi itu akan menginformasikan penilaian kami terhadap aplikasi lisensi ekspor di masa mendatang kepada polisi Hong Kong," kata Hunt.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya