Berita

Foto: Net

Publika

KLB Partai Demokrat Adalah Gerakan Kekuasaan Yang Semu

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 08:57 WIB

KEINGINAN para pihak yang mengatas namakan Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) tak berhak mendorong digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).

Dikarenakan organ tersebut juga tidak ada di struktur Partai Demokrat. Walaupun ada nama Max Sopacua di Majelis Tinggi.

Keinginan mengadakan KLB adalah manuver pilitik yang sepertinya sakit hati karena tidak bisa menjual PD sebagai komoditas politik yang selama ini dilakukan semasa SBY betkuasa. Sebab para penanda tangan GMPPD sendiri tidak bisa klaim sebagai organ yang bisa mengadakan KLB.


Walaupun di dalamnya ada Max Sopacua, Mubarok dan Ahmad Yahya. Mereka mencoba memainkan isu kemanusiaan untuk mencari dukungan, tapi kelompok ini bodoh dan tak paham AD/ART partai.

Hal itu terlihat dari penolakan beberapa DPD dan DPC PD di daerah terhadap niat KLB. Aroma transaksional politik terasa sekali dalam melakukan langkah menuju KLB.

Sepertinya nilai jual politik mereka kira akan laris manis dan mereka akan mengambil keuntungan yang besar dengan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan yang sedang dihadapi keluarga besar Ketua Umum SBY.

Ternyata langkah tersebut tidak dikukung dan ditanggapi. Tapi bola panas yang mereka lempar ternyata membalik dan kembali ke tangan mereka.

Politik sentimen yang dimainkan tidaklah berdampak pada langkah partai yang masih berkabung sepeninggalnya ibu Ani Yudhoyono.

Keadaan duka yang menyelimuti Partai Demokrat adalah keadaan nyata yang harus kembali memberikan semangat agar SBY dan keluarga harus tetap tabah dalam menjalani kehidupan kedepan. Bukan malah memanfaatkan kebahagiaan di atas kesedihan. Itu adalah politik yang jauh dari etika dan hina.
Percepatan kongres sendiri juga masih jauh dan kalau mereka adalah politisi senior dan pendiri partai harusnya memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan, bukan justru membangun sentimen politik di atas kesedihan SBY.

Politik senior wajib dan harus mampu memberikan pencerahan, bukan justru memberikan sikap bodoh di masyarakat. Seolah-olah menjalankan aturan, tapi justru menghadirkan kekerdilan berpikir sendiri.

Kita semua juga paham track record mereka semua yang menginginkan KLB dan kita juga paham sikap politik mereka ketika Partai Demokrat dihantam badai bertubi-tubi dan mereka juga hanya berpangku tangan tanpa berbuat apa-apa untuk partai.

Imbauan untuk tidak memperpanjang isu KLB yang tidak laku adalah melakukan tobat politik dan menjadi penting.

Himawan Sutanto
Aktivis Prodem Indonesia

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya