Berita

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido/Net

Global

Kaki Tangan Pemimpin Oposisi Venezuela Diduga Gelapkan Dana Bantuan AS Di Kolombia

KAMIS, 20 JUNI 2019 | 06:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Oposisi Venezuela yang didukung Amerika Serikat diduga menggelapkan uang bantuan kemanusiaan yang digelontorkan oleh Washington.

Jutaan dolar AS yang dihimpun untuk tujuan kebebasan dan demokrasi di Venezuela diduga dihabiskan di Kolombia oleh para pembantu pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat, Juan Guaido.

Untuk diketahui, Guaido menyatakan dirinya sebagai "presiden sementara" Venezuela pada bulan Januari lalu karena menilai pemilu yang memenangkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak sah.


Pengakuan Guaido didukung oleh Amerika Serikat dan sejumlah sekutu Amerika Latin. Namun tujuan Guaido untuk merebut kekuasaan dari Maduro selalu gagal.

Sekarang Guaido tampak semakin jauh dari tujuan itu, karena beberapa pembantunya diduga menggelapkan dana batuan Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk membayar para pembelot militer Venezuela.

Dana tersebut dikumpulkan oleh konser bertajuk Bantuan Langsung, yang diselenggarakan oleh miliarder filantropis Richard Branson pada bulan Februari lalu.

Dugaan penggelapan dana bantuan terungkap dari dokumen-dokumen yang bocor yang diduga berasal dari intelijen Kolombia dan diterbitkan oleh PanAm Post dan dimuat ulang Russia Today (Rabu, 19/6).

Koordinator regional untuk Partai Popular Will Guaido yakni Kevin Rojas, dan kepala staf "presiden sementara" Rossana Barrera dituduh menghabiskan uang tunai ratusan ribu dolar AS untuk hotel mewah, pakaian mahal, minuman keras, mobil, dan sejumlah barang mewah lainnya di Kolombia.

Dalam satu contoh, Rojas dan Barrera mengklaim telah menghabiskan uang untuk tujuh hotel untuk menampung lebih dari 1.400 pembelot.

Namun dokumen yang bocor hanya menghitung setengah dari jumlah yang melintasi perbatasan, dan hanya dua hotel yang benar-benar dibayar.

Sebagai gantinya, kwitansi mengungkapkan bahwa keduanya menghabiskan lebih dari 125.000 dolar AS untuk barang mewah yang merupakan kepentingan pribadi, termasuk 40.000 AS pada bulan April saja.

Bulan berikutnya, salah satu hotel mengusir 65 pembelot dan keluarga mereka, karena lebih dari 20.000 dolar AS dalam bentuk tagihan belum dibayar.

Publikasi itu memaksa Guaido memperkuat kontrol di kubunya.

Guaido pekan ini mengakui adanya tuduhan dan bersumpah untuk mengklarifikasi kasus pejabat yang ditunjuk.

"Kediktatoran menutupi korupsi," kata Guaido.

"Kita tidak," sambungnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya