Berita

Asif Ali Zardari/Net

Global

Terjerat Kasus Pencucian Uang, Mantan Presiden Pakistan Mendekam Di Bui

SENIN, 10 JUNI 2019 | 22:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kasus pencucian uang menjerat mantan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Dia ditangkap di Islamabad awal pekan ini (Senin, 10/6) dan terpaksa mendekam di balik jeruji besi.

Penangkapan itu dilakukan setelah pengadilan tinggi menolak memperpanjang jaminan pra-penangkapan untuknya dan saudara perempuannya, anggota parlemen Faryal Talpur. Mereka dituduh menyembunyikan uang suap di akun palsu.

Cuplikan di media Pakistan menunjukkan, anggota Biro Akuntabilitas Nasional (NAB) memasuki rumah Zardari setelah keputusan Pengadilan Tinggi Islamabad.


Dia terlihat meninggalkan kediaman bersama putranya, Bilawal Bhutto Zardari, yang saat ini adalah ketua oposisi Partai Rakyat Pakistan (PPP).

Penyelidik mengatakan, rekening bank palsu digunakan untuk menyalurkan miliaran rupee. Bukan hanya itu, puluhan perusahaan dan ratusan orang telah terlibat dalam skandal itu.

Zardari membantah melakukan kesalahan dalam kasus "akun palsu" terbaru ini, yang telah diselidiki sejak 2015.

Dikabarkan BBC, Zardari telah lama dianggap sebagai salah satu tokoh paling kontroversial dalam politik Pakistan.

Dia menghabiskan waktu di penjara pada tahun 1990an dan 2000an, dan dijuluki "Mr 10%" untuk komisi pada kontrak pemerintah yang diduga diterimanya.

Meski begitu, dia tetap terpilih menjadi presiden Pakistan dari tahun 2008 hingga 2013.

Popularitasnya naik setelah pembunuhan terhadap istrinya, mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya