Berita

Tol Becakayu; Dok. PUPR

Penyelesaian Tol Becakayu Didorong Selesai Tepat Waktu

SENIN, 20 MEI 2019 | 02:40 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian pembangunan ruas Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

Dari total panjang 21 Km, sudah beroperasi sejak November 2017 yakni paket 1B dan 1C (Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna)sepanjang 8,5 Km dan sebagian paket 1A (off ramp DI Panjaitan) sepanjang 1,8 Km sejak November 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pekerjaan harus tepat waktu dan mutu serta memperhatikan keselamatan konstruksi.


Kehadiran Tol Becakayu kata menteri Basuki bertujuan menambah panjang jalan yang melayani pergerakan komuter dari Bekasi ke Jakarta. Dengan demikian dapat mengurai kepadatan kendaraan yang menggunakan Jalan Kalimalang maupun Tol Jakarta-Cikampek.

Dengan dioperasikannya Tol Becakayu waktu tempuh akan berkurang signifikan dari Bekasi menuju Kampung Melayu dari saat ini 2 jam menjadi sekitar 30 menit.

 â€œApabila telah rampung seluruhnya, pengguna jalan dari Bekasi menuju Jakarta Pusat atau ke Jakarta Utara tidak perlu lagi melewati tengah kota tetapi bisa memanfaatkan Tol Becakayu,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Saat ini pekerjaan konstruksi yang tengah dikerjakan yakni sebagian Seksi 1A (koneksi Tol Wiyoto Wiyono-on ramp Pasar Gembrong) sepanjang 1,59 Km dengan progres fisik baru 10,76 % dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019. Pembebasan lahan pada Seksi 1A telah mencapai 33,9 %.

Kemudian Seksi 2 (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 11 Km. Pada Seksi 2a (Jaka Sampurna – Jalan Hasibuan) sepanjang 4,12 Km, saat ini progres fisiknya mencapai 38,15 % dengan realisasi pembebasan lahan 67,33 % dan ditargetkan selesai awal tahun 2020.

Menteri Basuki mengatakan untuk trase jalan tol Seksi 2b tidak perlu dirubah meski melintasi rumah miliknya di tepatnya di Rawa Semut, Kompleks Pengairan PU, Bekasi. “Tidak perlu dilakukan _realignment_,” kata Menteri Basuki.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada Jalan Tol Becakayu adalah PT. Kresna Kusuma Dyandra Marga yang sahamnya mayoritas dimiliki PT. Waskita Toll Road. Investasi jalan tol ini sebesar Rp 7,2 triliun. Sebagai jalan tol yang dibangun di kawasan perkotaan, pembebasan lahan menjadi tantangan. Untuk mengatasi permasalahan pembiayaan ganti rugi lahan, Pemerintah memberikan dukungan dengan skema dana talangan dari  Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya