Berita

Advertorial

Hardiknas, Bupati Banyuwangi Dorong Sekolah Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

JUMAT, 03 MEI 2019 | 00:07 WIB | LAPORAN:

Revolusi Industri 4.0 yang saat ini mulai merambah berbagai sektor menjadi perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), menurutnya harus menjadi momentum mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi yang mengedepankan teknologi tinggi tersebut.

"Saat ini, sudah banyak daerah yang tenaga kerjanya tergantikan oleh mesin dan robot. Bukan tidak mungkin, hal tersebut akan segera terjadi di Banyuwangi. Fenomena yang oleh para pakar disebut Revolusi Industri 4.0 ini, mau tidak mau harus segera direspon oleh sekolah," ungkap Anas saat menyampaikan pidato pada upacara peringatan Hardiknas di Taman Blambangan Banyuwangi, Kamis (2/5).


Sekolah, imbuh Anas, tidak hanya fokus menyiapkan para pelajar yang hanya menjadi tenaga kerja. Namun, harus didorong untuk menghasilkan anak didik yang memiliki kreativitas dan entreprenurship.

"Ini semua kuncinya ada pada guru. Bagaimana mereka tidak hanya mengajar, tapi juga memberikan inspirasi baru kepada peserta didiknya," imbuhnya.

Untuk mendorong pemerataan kualitas tenaga pendidik, Pemda Banyuwangi mendorong dengan program Banyuwangi Mengajar. Para sarjana yang memiliki kualifikasi bagus, ditempat secara khusus di sekolah-sekolah terpencil.

"Kita juga mengapresiasi beberapa sekolah di Banyuwangi yang membuka aneka ekstrakulikuler kekinian, seperti kelas robotik di SMPN 1 Banyuwangi dan sekolah-sekolah lainnya. Ini penting untuk mengenalkan dunia baru sejak dini," jelasnya.

Dalam peringatan tersebut, digeber sejumlah inovasi teknologi yang dikerjakan siswa TK - SMA se-derajat di Banyuwangi. Mulai dari teknompgi amart home yang dilengkapi sensor tinggi badan dan sensor lampu rumah, robot transporter, hingga teknologi pengolahan pangan. 

Di acara itu, pemkab juga mendorong warga Banyuwangi untuk memenuhi wajib belajar 12 tahun. Melalui program Smart Better (Semangat Belajar Warga Banyuwangi agar Tambah Pintar), mendorong mereka yang putus sekolah untuk bisa mendapatkan .

"Jika yang masih berusia sekolah kita wajibkan untuk sekolah lagi dengan pembiayaan dari pemerintah jika tidak mampu. Jika sudah melebihi usia sekolah maka akan diikutkan pada program kejar paket," terang Anas.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, program Smart Better bisa diakses secara online dan gratis.

"Pendaftarannya lewat online atau langsung ke Dinas Pendidikan. Mereka yang telah terdaftar bisa ikut kejar paket di PKBM terdekat," terangnya.

Sampai saat ini, ada 150 institusi PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan yang tersebar di seluruh kecamatan Banyuwangi. 

"Nanti mereka tinggal pilih PKBM yang terdekat," pungkas Sulih. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya