Berita

Mohammad Abdul Gani dan Suhardi Alius/Humas BNPT

Pertahanan

PTPN II Setuju Pinjamkan Lahan Untuk Program Deradikalisasi Anak-anak Eks Teroris

KAMIS, 02 MEI 2019 | 15:42 WIB | LAPORAN:

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan pertemuan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II.

Pertemuan yang berlangsung di Pesantren Al Hidayah yang berada di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kemarin (Rabu, 1/5) tersebut membicarakan mengenai rencana pemanfaatan lahan milik PTPN II yang berstatus sebagai Hak Guna Usaha (HGU).

Lahan tersebut yang selanjutnya akan digunakan para santri Al Hidayah untuk memberdayakan kemampuannya dalam program deradikalisasi.  


Kepala BNPT, Suhardi Alius mengatakan, sebetulnya sudah lama meminta bantuan PTPN agar lahan tersebut bisa dipinjam-pakaikan dalam menjalankan program deradikalisasi.

"Saya sebagai Kepala BNPT sudah bicara dengan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno) karena dalam hal ini tanahnya adalah milik PTPN II. Kami bicara bersama dirutnya, maka akan dikomunikasikan lebih lanjut bahwa tanah (lahan) ini sebagian akan dikasih untuk pinjam pakai,” ujar Suhardi usai pertemuan dengan Direktur Utama PTPN II, Mohammad Abdul Ghani.
 
Suhardi pun menegaskan bahwa pinjam pakai ini hanya boleh diberikan kepada negara, dalam hal ini adalah BNPT.

"Nah proses administrasinya sekarang ini sedang berjalan. Mudah-mudahan nanti dalam waktu singkat akan diterbitkan oleh pak Dirut PTPN II mengenai lahan yang bisa kita manfaatkan,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Lebih lanjut Suhardi mengatakan, saat ini 30 orang santri yang merupakan anak-anak dari para mantan teroris sudah menunjukkan kemajuan yang bagus sekali. Bahkan beberapa di antaranya sudah banyak yang sudah ikut Ujian Nasional Berstandar Nasional (USBN).

"Dan ini menunjukkan suatu progress yang sangat luar biasa, yang mana anak-anak itu sekarang sudah punya harapan itu. Mereka punya sinergi dengan yang lain juga dengan masyarakat. Tidak ada lagi rasa minder, tidak merasa dimarjinalkan dan kita harapkan ini akan berkembang terus," jelasnya.

"Harapan kita bukan cuma anak-anak dari mantan teroris saja, tetapi semua bisa masuk disini pendidikannya. Dan tentunya kita akan bantu semuanya," pinta mantan Kapolda Jawa Barat ini, menambahkan.

Bahkan ia juga sudah mendapatkan informasi dari ustad Khorul Ghazali selaku pimpinan Ponpes Al Hidayah bahwa anak-anak mantan teroris yang ada di Poso juga akan terbang ke Sei Mencirim untuk mengikuti pendidikan di pesantren tersebut.

"Kita juga sudah melihat beberapa fasilitasnya untuk menghidupi pesantren ini, wiraswasta yang dilakukan istrinya ustad Khoirul Ghazali, di mana ada peternakan ayam, ada tanaman ketela, jagung dan sebagainya. Tentunya ini sangat luar biasa yang mana akan dibantu juga oleh PTPN II untuk pemberdayaannya,” kata Suhardi.

Untuk itu sambung Suhardi, setelah urusan administrasi dengan PTPN II beres, maka nantinya kegiatan pemberdayaan seperti di bidang pertanian dengan menanam agung, ketela, lalu bidang peternakan ayam, perikanan akan lebih dikembangkan lagi.

Ia berpesan kepada para santri jika nantinya bisa mengembangkan usaha budi daya tersebut dalam berwiraswasta, maka pendidikan harus tetap dijalankan hingga selesai.

"Bahkan nanti ada juga sapi. Saya sudah mau ada kerjasama terkait budi daya sapi ini. Karena banyak sekali wiraswasta yang ingin ikut membantu. Tetapi jangan lupa setelah mereka nantinya berwiraswasta, tapi pendidikannya jangan sampai lupa," tuturnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya