Berita

Komisioner KPU/Net

Politik

PILPRES 2019

Komisioner KPU Dilaporkan Ke Bawaslu Karena Salah Hitung Berulang-Ulang

SABTU, 27 APRIL 2019 | 06:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Laporan terkait kesalahan input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara Pemilu (Situng) KPU yang tidak sesuai form C1. Kesalahan ini dinilai bukan karena human eror tetapi ada unsur kesengajaan.

"Kami melaporkan Komisioner KPU RI terkait kesalahan dalam melakukan entri data Pilpres 2019 di website https://infopemilu.kpu.go.id karena data yang diinput KPU RI tidak sesuai dengan hasil perhitungan di TPS pada Form C1," kata tim advokasi ACTA, Hanfi Fajri dalam keterananya, Sabtu (27/4).


Laporan ACTA itu telah terdaftar di Bawaslu No. 49/ LP/ PP/ RI/ 00.00/IV/2019 tertanggal 26 April 2019.

Hanfi mengatakan, pihaknya menyesalkan sikap yang diduga melanggar aturan Pemilu dengan kesalahan input data yang dinilai didapati unsur kesengajaan. Bahkan, Komisioner KPU pun mengakuinya.

"Kami menduga kesalahan tersebut bukan karena human error tapi person error atau oleh oknum KPU. Kesalahan itu sudah diakui oleh Komisinoner KPU dengan jumlah 105 kesalahan entri data," kata Hanfi.

Terlebih, lanjut Hanfi, kesalahan input kerap terjadi hanya merugikan salah satu paslon saja. Karenanya, ACTA melaporkan hal tersebut kepada Bawaslu.

"Masa iya kesalahan yang dilakukan berkali-kali selalu merugikan paslon 02 (Prabowo-Sandi) terus? Kalau namanya human error pasti randomlah errornya, bukan berarti kesalahan tersebut selalu 02 dan tidak pernah 01 (Jokowi-Maruf)," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya