Berita

Ekspose data Persepsi/Net

Politik

Tak Terima Disebut Penyebar Hoax, Persepsi: Lembaga Survei Siap Diaudit

SABTU, 20 APRIL 2019 | 20:38 WIB | LAPORAN:

Beberapa lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) tak terima dibilang sebagai penyebar kebohongan dan hoax. Mereka pun buka-bukaan data.

Di sebuah acara bertajuk Expose Data Quick Count Pemilu 2019 itu, anggota Persepsi, yakni Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indo Barometer, Konsepindo, Populi Center, Poltracking, Charta Politika, Cyrus Network, dan Indikator, membuka lapak atau stan untuk membeberkan "jeroan" ke publik.

Selain ekspose data quick count, mereka juga membeberkan tentang metodologi, manajemen, dan proses pelaksanaannya.


"Kita siap transparan buka-bukaan data. Siap diaudit," tegas Peneliti Senior Indo Barometer, Asep Saefudin di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Langkah itu ditegaskannya dilakukan karena menurut dia pada dasarnya, masyarakat luas, bahkan elite politik sekalipun belum begitu paham antara perbedaan survei, exit poll, dan quick count. Dimana survei dan exit poll lumrah dilakukan sebelum perhitungan Pemilu. Maka dari itu, bentuknya seperti opini.

Hal itu ditekankannya berbeda dengan quick count. Sebab hitung cepat telah menggunakan sampel data hasil penghitungan yang diperoleh dari tempat pemungutan suara (TPS) dengan menggunakan metodologi yang mempuni.

"Quick count ini kegiatan yang sudah sangat panjang dipersiapkan, sudah matang berbulan-berbulan," tekannya.

Karena itu, dia meminta semua pihak untuk tidak gampang menuding lembaga survei sudah menyebarkan kebohongan.

"Rasanya tidak ada harganya sama sekali, sudah susah payah, dihargai dengan tukang bohong, hoaks. Rasanya gimana gitu," pungkas Asep.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya