Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Hasto Tidak Punya Kapasitas Untuk Lindungi KPU

SABTU, 20 APRIL 2019 | 01:01 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kalangan oposisi mengecam pernyataan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang dinilai menganggap remeh kesalahan dalam Sistem Penghitungan (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Pernyataan itu dianggap sebagai bagian dari upaya memenangkan Jokowi dan Maruf Amin.

Demikian dikatakan Kordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) Amirullah Hidayat dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Jumat tengah malam, 19/4).


Menurutnya, pernyataan Hasto ini jelas membela KPU untuk mengamankan suara. Padahal, penting untuk mencari tahu apakah berbagai kesalahan itu dilakukan secara sistematis dan massif.

“Apalagi dari kesalahan penginputan data oleh KPU hanya menguntungkan pasangan Jokowi Widodo dan Maruf Amin. Ini tidak sekadar sebuat pernyataan biasa, tetapi punya misi besar sehingga bisa bekerjasama dengan KPU untuk mendukung Jokowi dan Maruf Amin,” ujar kader Muhammadiyah ini.

“Tidak ada kapasitas Hasto mengatakan itu, kalau tidak punya kepentingan politis,” tambahnya.

Korsa juga telah mengeluarkan seruan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga rekapitulasi di setiap tingkatkan dan menekan KPU untuk jangan macam macam dengan bermain curang dalam perhitungan suara.

“Kalau tetap curang akan berhadapan dengan rakyat,” tegas Amirullah Hidayat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya