Berita

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Hasto: Data Prabowo Membingungkan Rakyat

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 20:10 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai data rekapitulasi Pilpres yang disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat membingungkan.

Sebab menurutnya, data yang disampaikan BPN pada kenyataannya selalu berbeda.

"Tiga kali yang diumumkan Prabowo itu datanya berbeda-beda, padahal semua katanya sudah fix. Untuk itu, ini membingungkan rakyat," katanya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).


Tak mau membuat orang lain bingung, Hasto pun mengaku terpanggil untuk mengumumkan hasil rekapitulasi internal partainya.

Berdasarkan hasil perhitungan C1 plano yang tersebar di berbagai tempat, kemenangan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin sudah di depan mata.

Yang mana dari lebih dari 10 juta data pemilih yang masuk, nampak kalau Jokowi-Maruf menang dengan 63 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya 37 persen.

Lebih lanjut, Hasto memastikan kalau data yang sudah dipublikasikannya itu merupakan data yang sebenar-benarnya. Untuk itu, dia menyatakan siap jika ada yang ingin mempermasalahkan itu ke ranah pidana.

"Kami membuka diri dengan seluruh tanggung jawab kami kepada publik kami siap diaudit, kami siap dicek dokumen-dokumen C1-nya dan semuanya berbasis kepada data, kepada sistem yang akuntabilitasnya bisa dicek kebenarannya," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya