Berita

Peserta Musda DKI Jakarta Purna Jamnas 1991/RMOL

Politik

Tugas Purna Jamnas 1991 Jadi Perekat Tenun Kebangsaan

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 17:01 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Bagi kebanyakan peserta Jambore Nasional 1991, keikutsertaan dalam kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 28 tahun lalu itu adalah pengalaman pertama bersentuhan dengan Indonesia.

Sebelum itu, Indonesia hanya diketahui lewat pelajaran di bangku sekolah.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Purna Jamnas 1991 Teguh Santosa ketika membuka Musyawarah Daerah Purna Jamnas 1991 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat siang (20/4).


“Bagi saya dan barangkali juga bagi kebanyakan kawan-kawan yang hadir di sini, 28 tahun lalu itu adalah pengalaman pertama bertemu Indonesia. Sebelum itu saya hanya mengetahui Indonesia dari buku pelajaran dan cerita guru dan pembina Pramuka,” ujar Teguh.

Jambore Nasional adalah pesta anggota Pramuka tingkat Penggalang yang digelar lima tahun sekali. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan anggota Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia. Sejak 10 tahun mantan peserta Jamnas 1991 membentuk organisasi yang diberi nama Purna Jamnas 1991.

Musda Purna Jamnas DKI Jakarta diikuti oleh 40an peserta dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Juga hadir dalam Musda DKI Jakarta Purna Jamnas 1991 ini Ketua Umum Purna Jamnas 1991 Muhammad Yusuf.

“Sebelum berpartisipasi dalam Jamnas 1991, harus saya akui bahwa Indonesia saya ketahui dari buku pelajaran di sekolah. Kita mempelajari sejarah negeri-negeri Nusantara, dari Kutai, Sriwijaya, Singasari, Majapahit, Demak, dan seterusnya. Sungguh luar biasa biasa saat itu bisa ikut ke Cibubur,” cerita Teguh lagi.

Teguh menambahkan, kini dia semakin mengerti arti dari keikutsertaan dalam Gerakan Pramuka di masa lalu, khususnya Jamnas 1991. Teguh yang kini bekerja sebagai wartawan dan dosen berharap organisasi Purna Jamnas 1991 bisa menjadi kelompok tengah yang mempertahankan tenun kebangsaan Indonesia di tengah berbagai ujian.

“Saya rasa itulah tugas terbesar kita sekarang di tengah ujian yang sedang dihadapi bangsa ini. Saya percaya semboyan Jamnas 1991, Bersatu, Bersaudara, Mandiri, akan tetap kita ingat bersama Dasa Dharma Pramuka,” demikian Teguh.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya