Berita

Ilham Saputra/RMOL

Politik

Anggota KPU: Setop Anggap KPU Curang!

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 16:03 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta masyarakat berhenti menganggap KPU melakukan kecurangan. Pasalnya perbedaan C-1 dengan hasil publikasi dari Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) adalah  human error yang sedang diperbaiki.

Hal itu ditegaskan oleh Anggota KPU, Ilham Saputra di KPU, Jalan Imam Bonjol, Gambir, Jakarta, Jumat (19/4). Ia menyebutkan, pengakuan kesalahan termasuk bagian dari transparansi KPU dalam penghitungan suara.

"Saya mau klarifikasi, tentang viral yang mengatakan bahwa KPU curang ada di beberapa tempat yang salah entry (masuk/memasukkan data C1) ya , jadi itu betul-betul kesalahan entry ya, tentu saja ini bagian dari transparansi kita, di mana masyarakat dapat mengakses dan juga memberitahukan kepada kita ada kesalahan dalam peng entry an masuk kedalam Sistem Informasi Perhitungan kita," ungkap Ilham.


Ilham juga menyampaikan kesalahan menginput data C-1 itu bukan disengaja, dan ditegaskan bahwa hal itu human error, bahkan saat ini sedang diperbaiki.

"Jadi itu tidak ada  kesengajaaan kecurangan atau apapun itu tidak sama sekali, saat ini kita baru mencatat lima TPS yakan dan itu sangat human error, ketika kita tahu kita langsung perbaiki jadi sekarang ditempat di Dumai dan Jakarta langsung di perbaiki, apalagi di NTB, di Jateng dan kalau enggak salah di Jatim itu juga sedang kita perbaiki," tuturnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika dirasa ada hal yang janggal. Menurutnya, KPU sudah membuka kontak laporan bagi masyarakat.

"Jadi sekali lagi bahwa tolong kepada masyarakat, kalau mau perbaiki silangkan, kontak kami, kami akan membuat semacam kontak laporan ya, entah itu dalam bentuk WA kemudian telepon, sebetulnya telepon 24 jam sudah ada, sudah kita sampaikan kepada masyarakat, tapi jangan kemudian memberikan informasi sekaan akan KPU curang, KPU melakukan ini secara sistematis, tidak ada sama sekali," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya