Berita

Pemilu 2019/Net

Politik

PILPRES 2019

Quick Qount Informasi Awal, Finalnya Real Count Di KPU

JUMAT, 19 APRIL 2019 | 12:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Semua pendukung pasangan capres dan cawapres diminta tetap menjaga persatuan dan menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sedang berjenjang.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP) Japto S. Soerjosoemarno menyatakan, sebagai bangsa besar patut bersyukur karena pelaksanaan pesta demokrasi berjalan aman dan lancar.

Menurut dia, adanya dinamika yang berkembang dalam pemberitaan media massa serta media social merupakan sarana informasi awal.


"Quick qount Pemilu 2019 baik itu Pileg maupun Pilpres merupakan sebagai informasi awal," kata Japto dalam siaran persnya, Jumat (19/4).

Dia menjelaskan, lembaga yang mengelurkan hasil hitung cepat sudah terdaftar resmi di KPU. Validasi hasil quick qount bukan hasil final atau defenitif, karena dalam UU 7/2017 tentang Pemilu adalah hasil hitung manual yang dilakukan oleh KPU.

"Finalnya, real count oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu," tegas Japto.

Karena itu, menurut dia, dinamika kebangsaan yang terjadi khususnya pada pasangan 01 Jokowi-Maruf telah menyampaikan kepada publik. Bahwa menunggu hasil hitung manual resmi KPU merupakan bentuk sikap kenegarawanan yang harus diapresiasi.

Begitu juga dengan, capres Prabowo Subianto yang menyatakan menjaga untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta kawal hasil sampai ke KPU.

"Ini bentuk penghargaan pada proses Pemilu. Dimana Prabowo menyatakan pada pendukungnya menjaga sikap dan perilaku agar tidak terprovokasi melakukan tindakan di luar koridor hukum. Ini patut diapresiasi,’" terangnya.

Dia mengaku, saat ini dalam proses pernghitungan yang sedang berjalan secara berjenjang. Dari waktu ke waktu, menit per menit, dan sampai beredarnya dinamika politik begitu tinggi. Beredarnya, video provokatif yang dilakukan oknum secara sengaja ingin menaskan suasana yang sudah berjalan kondusif, apparat keamanan jangan ragu menindak.

"Kami minta aparat keamanan TNI-Polri jangan ragu melakukan peneggakan hukum sesuai UU yang berlaku," tegas Japto.

Japto menegaskan, proses Pemilu 2019 ada catatan temuan MPN PP. Yakni, dimana urusan teknis baik itu logistik maupun penundaan proses pemilihan dapat diselesaikan dengan mekanisme yang benar dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

"KPU sebagai penyelenggara pemilu memiliki integritas menjaga suara rakyat. Untuk itu, kami minta KPU benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Sebagai bagian NKRI, PP mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama bersatu, menjaga hasil Pemilu 2019 ini, sebagai proses konstitusional yang telah sama-sama disepakati," tambah dia.

Bahwa persatuan, kata Japto, adalah sebuah kultur bangsa yang tidak boleh dikoyak dan dirusak oleh kepentingan sesaat. Karena itu, MPN PP menegaskan, bawah PP komitmen menjaga hasil pemilu yang konstitusional sebagai wujud kecintaannya kepada NKRI yang beridiologikan Pancasila.

"Kami menyerukan kepada seluruh kader PP di tanah air. Ambil bagian dari solusi, bukan masalah. Kami serukan kepada semua kader PP untuk mengawal hasil Pemilu 2019 dan ikut menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak Bangsa," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya