Berita

Saifullah Yusuf/Net

Politik

Adu Kuat Bukan Solusi Selesaikan Masalah Pemilu

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 13:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Semua pihak harus menahan diri dalam menanggapi hasil hitung cepat Pilpres 2019. Segala temuan mengenai kecurangan atau catatan-catatan keberatan harus disalurkan melalui jalur yang benar, bukan pengerahan masa.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf menilai masalah pemilu tidak bisa diselesaikan dengan adu kuat. Sebab, kedua pasangan calon sama-sama memiliki massa pendukung yang kuat.

“Tidak bisa dengan cara adu kuat. Kalau adu kuat bisa sama-sama kuat. Kalau yang kalah punya massa, yang menang juga punya massa yang jauh lebih besar. Kami percara Pak Jokowi dan Prabowo adalah tokoh bangsa yang setelah pilpres mampu merukunkan kembali,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (18/4).


Ketua PBNU itu menjelaskan bahwa people power bukan solusi. Tapi jalur hukum yang sesuai aturan adalah solusi untuk menjaga ketentraman.

Sementara untuk meredam massa, para kiai-kiai sepuh di Jawa Timur juga segera menggelar pertemuan, guna mendorong situasi tetap damai dan tenang.

“Kami semua ingin yang menang tidak jumawa yang kalah bisa lapang dada. Yang menang dan kalah bisa saling menghormati,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menyebut bahwa pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menjadi pemenang pilpres. Rata-rata menyabut Jokowi-Maruf mendapat 54 persen sementara Prabowo-Sandi 45 persen.

Sementara itu, calon presiden Prabowo Subianto juga telah mengumumkan kemenangan pilpres. Berdasarkan hitungan internal di 320 ribu TPS, Prabowo menyebut pasangannya meraih 62 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya