Berita

Drajad Wibowo/Net

Politik

Pencoblosan Di Malaysia Aneh Dan Mencurigakan

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 09:56 WIB | LAPORAN:

Proses pemungutan suara di Malaysia dirasa aneh dan mencurigakan. Sebab, pencoblosan di negeri Jiran hanya terkonsentrasi di tiga titik, yaitu di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Wisma Duta (rumah dinas Dubes), dan sekolah Indonesia.

Gelaran pencoblosan ini, dipandang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dradjad Wibowo, bisa menimbulkan kecurigaan bahwa KPU telah berpihak.

"Keputusan KPU itu aneh dan menimbulkan kecurigaan," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/4).


Alasan KPU yang menyebut pemusatan proses pemilu di tiga tempat karena tidak mendapat akses dari Polisi Diraja Malaysia juga dinilai janggal. Ini lantaran sebelumnya ada 255 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Malaysia yang dipersiapkan untuk sekitar 126 ribu pemilih. Sehingga perampingan yang dilakukan terlalu jomplang.

Baginya, sikap KPU ini menambah rentetan yang memperkuat keyakinan masyarakat bahwa pemilu tidak berjalan dengan baik.

Terlebih di Pemilu Malaysia sempat dihebohkan dengan polemik surat suara tercoblos untuk pasangan 01 di surat suara pilpres dan sejumlah surat suara pileg untuk caleg Partai Nasdem, Davin Kirana yang tak lain adalah anak dari Dutabesar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Sementara KPU mengganggap remeh kasus ini dengan menyebut surat suara itu sebagai sampah yang tidak akan dihitung.

"Kasus Malaysia dan langkah KPU ini semakin menambah rentetan panjang kasus yang memperkuat pandangan ‘pemilu kali ini ancur-ancuran’. Banyak sekali kasusnya," kecamnya.

Wakil Ketua Dewan Kerhormatan PAN ini bahkan menyebut bahwa Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh Arief Budiman Cs kali ini adalah pemilu paling buruk pasca era reformasi.

"Sejak reformasi, hemat saya 2019 ini adalah pemilu yang tata kelolanya paling jelek," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya