Berita

Ketum PSI Grace Natalie/Net

Politik

Gagal Ke Senayan, PSI Akui Kekalahan

KAMIS, 18 APRIL 2019 | 01:54 WIB | LAPORAN:

Setelah mengetahui hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengakui kekalahannya di Pemilu 2019 dengan perolehan suara di bawah empat persen.

Seperti diketahui, ambang batas parlemen yang diatur menurut undang-undang, setiap partai politik harus mendapatkan minimal empat persen untuk lolos ke parlemen.

"Menurut quick count PSI mendapat dua persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan," ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie kepada wartawan, Rabu (17/4).


Menurut Grace, PSI telah berjuang secara maksimal dalam Pemilu 2019 sehingga tidak ingin menyalahkan siapapun terkait hasil perolehan suara.

"Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, caleg kami telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Sama sekali tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama membangun partai ini," paparnya.

Meski begitu, PSI selaku salah stau pendukung pasangan capres Joko Widodo-Maruf Amin mengaku gembira, lantaran pasangan nomor urut 01 itu memenangkan pilpres dengan selisih sekitar 10 persen.

"Kami sebagai partai pendukung Pak Jokowi merasa gembira atas hasil ini. Kami siap menjadi partner Pak Jokowi menjalankan program-program kerakyatan yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat," demikian Grace.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya