Berita

M Taufik/RMOL

Nusantara

M Taufik: Kalau Buat Serangan Fajar Amplopnya Harus Ribuan, Bukan 80

SELASA, 16 APRIL 2019 | 15:08 WIB | LAPORAN:

Caleg Gerindra yang juga Direktur Sekretariat Nasional BPN Prabowo-Sandi,  M Taufik angkat bicara soal dugaan pelanggaran pemilu oleh salah satu kadernya.

M. Taufik mengatakan dua orang yang diciduk di depan Markas Pemenangan Pemenangan Wakil DPRD DKI Jakarta, M Taufik, Carles Lubis, adalah koordinator saksi.

"Mereka itu saksi tingkat RW,"  ujarnya di Seknas Prabowo- Sandi, Menteng, Jakarta Pusat. Selasa (16/4).


Taufik juga menambahkan bila uang sebesar Rp 500 ribu di 80 amplop itu merupakan uang konpensasi koordinator saksi.

"Uang itu untuk koordinator saksi, dan itu diperbolehkan oleh undang-undang, karena masuknya ke ongkos politik," jelasnya.

"Logikanya cukup dengan 80 amplop buat serangan fajar? Ya harus ribuan dong amplopnya," imbuhnya lagi.

Taufik mengendus adanya ketidakadilan. Pasalnya, jika saksi tidak diperkenankan diberi kompensasi, maka petugas harus melakukan penangkapan terhadap saksi-saksi di partai lain.

"Jadi kalau tiba-tiba seperti ini saya kira mestinya semua yang kasih uang kepada saksi ditangkap aja semua gitu, ini kan undang-undang yang membolehkan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Charles Lubis ditangkap Petugas Bawaslu di dekat markas pemenangan M Taufik di Kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Darinya, petugas mengamankan sedikitnya 80 amplop yang berisi uang masing-masing Rp 500 ribu. Saat ini, Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakut masih memeriksa terduga pelaku.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya