Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KPU Gembar-Gembor Jangan Golput Tapi Banyak WNI Gagal Nyoblos

SELASA, 16 APRIL 2019 | 03:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno heran dengan sikap Komisi Pemilihan Umum yang menggembar-gemborkan jangan golput tapi tidak memfasilitasi pemilih di luar negeri dengan alasan kehabisan Formulir C6.

"Ini sungguh ironi, di satu sisi KPU terus menerus melakukan upaya kampanye agar tidak golput tapi di sisi lain warga negara yang akan menggunakan hak pilihnya di luar negeri justru tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal," jelas Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Media Center BPN, Jakarta, Senin malam (15/4).

Muzani mengungkapkan, pihaknya terus menerima laporan dari WNI yang berada di sejumlah negara dan mengalami kesulitan mendapatkan Formulir C6 yang merupakan salah satu syarat untuk bisa mencoblos.


"Kami masih mendapatkan laporan pemilu di luar negeri seperti Hongkong, Saudi Arabia, dan Malaysia. Untuk mengurus C6 sebagai kartu untuk mendapatkan hak pilih habis, akibatnya banyak sekali WNI yang tidak kebagian C6 dan akhirnya tidak menggunakan hak pilihnya," bebernya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyayangkan sikap Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang menunjukkan ketidaksiapannya karena terjadi antrian panjang dan menumpuk saat pemungutan suara berlangsung.

"PPLN ternyata tidak siap dengan membludaknya partisipasi WNI di sana. Ini menunjukkan bahwa negara melalui PPLN tidak siap memfasilitasi hak warga negara untuk menggunakan hak pilihnya," jelas Muzani.

Atas dasar itu, koalisi Prabowo-Sandi meminta para duta besar untuk lebih proaktif terkait pemenuhan hak WNI yang akan menggunakan hak pilih.

"Kami minta kedutaan besar, konsulat jenderal RI di seluruh dunia agar melakukan tindakan yang proaktif," tegas Muzani.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya