Berita

Joddy Hernady EVP Digital & Next Business Telkom, David Bangun CSO Telkom, Ririek Ardiansyah CEO Telkomsel, Siti Choiriana Direktur Consumer Service Telkom, Widi Nugroho CEO PT Metranet dalam acara Telkom Digisummit 2019/Vanya Viranda

Telkom Digisummit 2019 Hadirkan Inovasi Terbaru Di Industri Digital Edutainment

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 13:24 WIB

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menggelar konferensi tahunan Telkom Digisummit 2019 dengan mengusung tema Embracing Digital Edutainment for Digital Indonesia.

Dibuka oleh Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (11/4), gelaran ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintahan, swasta, fintech, e-commerce, komunitas hingga akademisi.

Telkom Digisummit 2019 kali ini menyajikan produk-produk digital Telkom yang fokus pada inovasi untuk membangun ekosistem digital serta berbagai inisiatif perusahaan dalam melihat peluang bisnis di industri pendidikan digital, game, konten video, dan musik. Dalam acara ini, diadakan diskusi panel yang membahas lebih dalam tentang keempat industri tersebut.


Selain diskusi panel yang menghadirkan berbagai pembicara seperti Hari Sungkari dari Bekraf, Rene Suhardono dan Dian Sastrowardoyo, Telkom Digisummit tahun ini menjadi lebih semarak dengan peluncuran empat layanan dan inisiatif digital, yaitu Oolean (dalam inisiatif pengembangan industri game), gameQoo (on demand gaming platform yang menggunakan teknologi cloud gaming), OONA Max Stream (OONA TV yang diintegrasikan ke dalam platform Max Stream) dan OONA IndiHome (OONA TV yang diintegrasikan ke dalam platform Indihome berbasis android TV).

Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom sekaligus Chief Strategy Officer (CSO) TelkomGroup David Bangun mengatakan, kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial akan akses internet kian cepat meningkat, khususnya di kalangan pengguna jasa industri musik, video, dan gaming. Industri-industri tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbang perekonomian Indonesia lewat ekonomi digital.

Hal di atas didukung dari riset Google dan Temasek yang menyatakan ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh empat kali lipat pada tahun 2025, mencapai angka 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.448 triliun).

Di tahun 2018, data juga menyatakan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai 2,9 persen dari GDP dan merupakan yang terbesar ketiga di ASEAN setelah Singapura sebesar 3,3 persen dan Vietnam sebesar 4 persen.

"Ini artinya, Indonesia sedang menghadapi potensi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa sekali. Sehingga bagi pelaku industri seperti Telkom, penting untuk mulai mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk melayani kebutuhan pasar," terangnya.

Di samping infrastruktur, Telkom juga mengoptimalkan beberapa asset dan kapabilitasnya seperti big data dan jangkauan jaringan dan operasional yang bisa mendorong terbentuknya “user experience” terbaik dalam menikmati layanan-layanan digital.

Dalam rangka mengantisipasi perubahan lifestyle yang makin mengarah ke digital, tentu juga diperlukan talent yang punya keahlian mumpuni.

"Inilah mengapa, kami menambahkan tema edukasi selain entertainment dengan menghadirkan tema Digital Edutainment untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan digital yang memberi experience terbaik dan menjadikan Telkom Group sebagai Digital Experience Champion. Disamping itu juga untuk mendorong industri digital entertainment agar bisa bersaing dengan pemain global khususnya di pasar Indonesia," tutur David.

Lebih lanjut David menjelaskan, Telkom bisa melihat pengaruh industri 4.0 dalam merevolusi cara distribusi setiap produk. Dari sisi pendidikan ramai dibahas tentang Education 4.0.

"Dari sisi konten video, kita gali bagaimana cara memenangkan future video market, baik dari sisi model distribusi konten yang baru maupun cara pembuatan kontennya. Untuk musik akan kita ulas soal potensi model bisnis untuk streaming dan peluang e-concert, dan di industri games kita akan bahas strategi agar para pemain games lokal bisa punya market share yang lebih besar."

Salah satu agenda penting lainnya dalam Telkom Digisummit 2019 adalah pengumuman pemenang gerakan Democracy of Centennial (DOC) 2045 yang diberikan oleh Joddy Hernady, EVP Digital and Next Business Telkom.

Setelah melalui proses pengumpulan ide pada bulan November 2017 sampai dengan Maret 2018, ajang DOC 2045 sudah memilih 36 ide dari 5.000 ide yang terkumpul. Hari ini perusahaan akan mengumumkan pemenang dari 10 finalis yang berasal dari kota Bandung, Jakarta dan Yogyakarta.

DOC atau Democracy of Centennial adalah inisiatif Telkom mewujudkan demokrasi baru dalam menciptakan gagasan/ide baru yang relevan bagi centennial.

“Kami mengundang gagasan-gagasan dari para centennial untuk membuat film/video dengan membayangkan Indonesia di Tahun 2045 yaitu saat Indonesia mencapai 1 abad/100 tahun. Sepuluh gagasan/ide paling unik akan kami kemas dalam suatu cerita untuk pembuatan Film 100 tahun Indonesia merdeka nantinya," tutup Joddy.

Gerakan yang ditujukan untuk generasi centennial dan millenial ini merupakan komitmen Telkom untuk memupuk minat generasi muda dalam mengembangkan ide-ide kreatifnya dan mengembangkan cara baru dalam membuat video atau film. DOC 2045 mengelompokkan ide kreatif tersebut ke dalam beberapa kategori seperti Ide Cerita, Art Work / Future Design, Musik, Fotografi, Fashion Design, Animasi, Karakter dan lainnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya