Berita

Aksi Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK/Net

Politik

Aksi Bela Novel Direcoki Demo Tuntut KPK Stop Berpolitik

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 13:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aksi memperingati dua tahun penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digelar di depan Gedung KPK, Kuningan Jakarta pada Kamis (11/4).

Aksi yang digelar oleh Wadah Pegawai KPK ini turut dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai universitas seluruh Indonesia. Mereka kompak menyuarakan agar kasus penyiraman air keras terhadap Novel segera dituntaskan. Salah satunya dengan mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen.

"Kasus penyerangan terhadap bapak Novel Baswedan sudah dua tahun harus segera dituntaskan oleh aparat penegak hukum," kata Bayyoumi dari Universitas Islam Indonesia (UII) saat berorasi di panggung utama.


Namun saat aksi sedang berlangsung, secara tiba-tiba muncul ratusan masa datang ke KPK. Seperti merecoki aksi ini, para demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK itu turut berorasi dengan pengeras suara.

Isu yang diangkat berbeda dengan aksi bela Novel. Mereka justru menuntut agar KPK dan Novel berhenti berpolitik. Termasuk mengingatkan kepada mantan pimpinan KPK seperti Abraham Samad dan Bambang Widjojanto untuk tidak menyeret KPK ke ranah politik.

Abraham Samad sendiri dijadwalkan bakal hadir di aksi bela Novel.

"KPK harus netral, KPK telah berpolitik Novel Baswedan, Bambang Widjojanto dan Abraham Samad telah menyeret KPK ke ranah politik. Mereka adalah pelacur politik kawan-kawan," kata kordinator aksi Aliansi Pemuda Mahasiswa Pengawas KPK, Budi di atas mobil komando.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung. Demonstran sempat membakar ban di jalanan. Sementara aksi bela Novel berhenti sejenak.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya