Berita

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto/Net

Nusantara

Kondisi Dua Pendukung Prabowo-Sandi Yang Dianiaya di Yogya Sudah Mulai Membaik

SELASA, 09 APRIL 2019 | 05:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dua simpatisan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga yang dianiaya oleh tiga orang tak dikenal dan dipaksa untuk mengacungkan satu jari usai menghadiri kampanye Prabowo kini sudah berada di kediaman masing-masing.

Mereka dipulangkan karena kondisi kesehatan mulai membaik usai menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.

Begitu disampaikan Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto ketika dikonfirmasi mengenai kondisi terkini dua orang pendukung paslon 02 itu usai dianiaya oleh tiga orang tak dikenal.


Akibat penganiayaan, Muklis mengalami luka tembak aitsoftgun di bahu kiri serta mengalami mimisan di hidung akibat kena pukulan. Sementara Suhadi mengalami luka bengkak jari telunjuk kiri akibat kena ketapel.

“Korban langsung pulang setelah berobat,” kata Yulianto saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/4).

Untuk korban sendiri, sambung Yulianto, bukan berasal dari ormas tertentu melainkan hanya simpatisan massa pendukung pasangan Capres biasa. “Bukan anggota laskar tertentu,” ujarnya.

Penganiayaan bermula saat kedua korban yakni Muklis dan Suhadi berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Mataram seusai menghadiri kampanye terbuka Prabowo Subianto di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Sesampainya di Jalan Mataram tepatnya di depan toko sepatu belakang Hotel Ina Garuda, Danurejan Yogyakarta, keduanya di hentikan oleh tiga orang tak di kenal. Saat itu, korban diminta untuk mengacungkan satu jari dan melepas ikat kepala yang bertuliskan Prabowo-Sandi. Selain itu, korban kemudian dipukul hidungnya lalu pelaku mengeluarkan senjata air softgun dan menembak hingga mengenai bahu kiri bagian atas  Muklis, serta mengetapel mengenai jari telunjuk sebelah kiri Suhadi.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya