Berita

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab/Repro

Politik

Habib Rizieq Bakal Pecat Anggota FPI Jika Tak Mundur Dari PBB

RABU, 03 APRIL 2019 | 16:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketegangan antara Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra dengan Front Pembela Islam makin meruncing.

Setelah sebelumnya Yusril meminta anggota FPI meninggalkan PBB, kini seruan serupa juga disampaikan oleh Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Hal itu disampaikan dalam wawancara di Front TV.

"Begitu PBB berubah haluan secara kepartaian dan institusi mendukung Pak Jokowi, kami menarik diri," kata Habib Rizieq.


Menurutnya, sikap PBB sudah tidak sesuai dengan komitmen FPI yang mematuhi hasil Ijtima Ulama terhadap sikap dukungan capres-cawapres dan caleg. Dalam hasil Ijtima, FPI sepakat memberikan dukungan kepada paslon Prabowo-Sandi.

"Secara resmi Front Pembela Islam menginstruksikan seluruh pengurus, aktivis FPI seluruh Indonesia untuk mengundurkan diri baik dari kepengurusan, tim sukses, dari caleg (PBB) wajib untuk keluar," serunya.

Soal sikap tegasnya, Habib Rizieq membantah jika hal itu dianggap sebagai tindakan yang tak menghargai hak konstitusional masing-masing anggota FPI.

Para anggota FPI tak masalah jika memang mendukung kubu yang bertentangan dengan hasil Ijtima Ulama. Namun dengan catatan bahwa sikap tersebut murni sebagai keputusan pribadi, bukan lembaga.

"Secara pribadi, saya dengan kawan-kawan tidak mempermasalahkan. Tetapi secara organisasi, kan ada AD/ART," imbuhnya.

"Pertanyaannya, bagaimana kalau mereka tidak mau mengundurkan diri jadi caleg di PBB? Kita hormati hak konstitusional mereka, tapi mereka harus mengundurkan diri dari FPI," lanjut Habib Rizieq.

Di sisi lain, jika anggotanya tetap ingin menjadi caleg atau pengurus PBB dan menolak mundur dari FPI, maka jalan satu-satunya adalah pemecatan.
 
"Kita akan pecat secara tidak hormat. Ini keputusan organisasi," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya