Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Redistribusi Penduduk Belum Tercapai

MINGGU, 03 MARET 2019 | 21:21 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

JARGON politik pembangunan nasional yang sangat berkesan dalam kegiatan kampanye Pilpres 2014 adalah mengubah pembangunan Jawa Sentris. Pembangunan bukan lagi diutamakan dilakukan di Pulau Jawa, melainkan diperluas ke luar Pulau Jawa untuk memperbaiki distribusi kue pembangunan.

Pembangunan akan dimulai dari pinggiran ke pusat. Dari desa ke kota. Pulau-pulau terluar bukan lagi menjadi halaman belakang, melainkan akan diubah menjadi beranda depan NKRI.

Jargon tadi jauh lebih maju dibandingkan amanat Undang-Undang, yang menghendaki pemerataan distribusi pembangunan. Untuk mempercepat pembangunan, pemerintah ternyata tidak dapat mengandalkan realokasi dari subsidi pembangunan untuk menaikkan belanja infrastruktur dan memberikan subsidi yang tepat sasaran.


Sasaran dimaksudkan dengan cara menaikkan belanja bantuan sosial pada rumah tangga pra sejahtera. Istilah pra sejahtera, bahkan diganti menjadi rumah tangga keluarga harapan.

Yang kemudian terjadi adalah realisasi subsidi BBM sebesar Rp 239,99 triliun tahun 2014 diturunkan menjadi Rp 47,05 triliun tahun 2017. Akan tetapi realisasi bantuan sosial Rp 97,93 triliun tahun 2014 gagal dinaikkan, melainkan diturunkan menjadi Rp 55,29 triliun tahun 2017.

Realisasi belanja modal memang dapat dinaikkan dari Rp 160,79 triliun tahun 2014 menjadi Rp 226,14 triliun tahun 2017. Untuk menutupi kekurangan kebutuhan belanja modal pembangunan infrastruktur, maka pemerintah pusat selain menaikkan utang, juga melibatkan BUMN.

Posisi utang pemerintah pusat sebesar Rp 4.416,35 triliun per triwulan III tahun 2018. Posisi tersebut sebesar 40 persen akumulasi PDB triwulan I-III tahun 2018 dan berada di bawah batas 60 persen PDB berdasarkan Undang-Undang Keuangan Negara.

Posisi utang BUMN non lembaga keuangan sebesar Rp 804,6 triliun dan BUMN lembaga keuangan sebesar Rp 3.849,69 triliun pada periode yang sama. Utang publik adalah utang pemerintah pusat ditambah utang BUMN. Tambahan utang publik sebesar Rp 2.931,78 triliun selama triwulan I tahun 2015 hingga triwulan III tahun 2018 (Bank Indonesia, 2019).

Utang tadi bukan untuk pembangunan infrastruktur semata.

Apabila pembangunan Jawa Sentris telah berubah menggunakan instrumen utang di atas, maka redistribusi penduduk diharapkan bergeser menuju ke luar Pulau Jawa. Akan tetapi yang terjadi adalah kepadatan penduduk per kilometer persegi di Pulau Jawa masih meningkat. Misalnya kepadatan penduduk per kilometer persegi di DKI Jakarta sebesar 14.518 jiwa tahun 2010 meningkat menjadi 15.624 jiwa tahun 2017.

Sementara itu kepadatan penduduk di Papua Barat semula 8 menjadi 9 dan di Papua semula 9 menjadi 10 pada pengukuran dan periode waktu yang sama. Kemudian jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih meningkat dari 234.451 orang tahun 2016 menjadi 261.820 orang tahun 2017.

Penulis adalah peneliti INDEF dan pengajar di Universitas Mercu Buana.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya