Berita

Foto: RMOL

Politik

AMAN: 1,7 Juta Jiwa Masyarakat Adat Tidak Masuk DPT

SENIN, 25 FEBRUARI 2019 | 15:34 WIB | LAPORAN:

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menemukan beberapa kelompok pemilih belum terakomodir dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Salah satunya masyarakat ada yang tersebar di beberapa provinsi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Papua Barat, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Alasan tidak KTP el, hambatan tuna aksara, tingkat kepercayaan rendah penyelenggara Pemilu rendah, nggak bisa dipercaya ke bilik suara, ada kasus-kasus tertentu, ada manipulasi terjadi," urai pengurus AMAN, Andre Barahamin dalam Forum Group Discussion (FGD) Melindungi Hak Pilih Jelang Pemungutan Suara, di D'Hotel, Jakar Senin (25/2).


Menurut dia, banyak dinamika polemik yang dihadapi masyarakat adat sehingga terhambat mengikuti proses Pemilu, seperti halnya keyakinan agama tradisional yang tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah.

"KTP el harus mencakup agama, hanya enam agama. Di banyak daerah, di Merapu Sumba, Mentawai, Dayak, Kajang, menjalankan keyakinan tradisional, dihambat persoalan kebijakan pemerintah," tuturnya.

Pihaknya mencermati ada persoalan ketidakmampuan pemerintah menfasilitasi komunitas masyarakat adat untuk bisa menggunakan hak pilihnya.

"KPU alasan daya jangkau, ini tanggung jawab negara," tegas Andre.

Padahal, lanjut Andre, potensi suara pemilih dari masyarakat adat terbilang cukup besar yakni 1,7 juta jiwa, khususnya di kawasan hutan.

"Saya belum mendapat gambaran inisiatif KPU menyikapi permasalahan di lapangan. 1,7 juta masyarakat adat di kawasan hutan, bagaimana hak pilih mereka?" imbuhnya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya