Berita

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi/Net

Politik

Menpora Cabut Imbauan Nyanyi Kebangsaan Di Bioskop, Elektabilitas Jokowi Semakin Tergerus

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 13:22 WIB | LAPORAN:

. Penarikan surat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi terkait imbauan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film di bioskop merupakan bukti nyata dari pengelolaan pemerintahan yang amburadul.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengaku sudah menduga hal semacam ini bakal terjadi. Pasalnya, Presiden Joko Widodo saja sering melakukan kegaduhan. Terbaru, terkait hoax pembebasan Abu Bakar Baasyir.

"Nah kan, sudah diduga. Tata kelola pemerintahan serba amburadul. Kesannya berkerja grasa-grusu. Semua ini karena lemahnya chief goverment," kata Andrianto saat berbincang dengan redaksi, Jumat (1/2).


Lemahnya kepemimpinan nasional ini diduga karena ada kepanikan yang timbul akibat elektabilitas petahana Jokowi yang kian merosot.

Dengan demikian, kebijakan yang diambil Jokowi dan jajarannya pun hanya bertujuan umtuk mendapatkan perhatian masyarakat, demi mendongkrak elektabilitas paslon 01.

"Semua berdasar ukuran elektabilitas tidak meningkat kinerja akhirnya ngoyo. Ada kesan rezim sudah mulai gugup. Tak tahu harus gimana lagi ambil simpati. Yang ada makin ngawur," ujar Andrianto.

Namun yang ada, karena diambil tanpa didasari dengan pertimbangan matang, kebijakan-kebijakan itu justru akan membuat tingkat elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019 tergerus.

"Tampaknya sudah sulit mencegah longsornya elektabilitas," pungkas Andrianto, aktivis mahasiswa tahun 1998. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya