Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Ingin Capres Sungguh-Sungguh Genjot Ekonomi

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 04:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ekonom senior DR Rizal Ramli memastikan dirinya masih berada di posisi netral dalam Pilpres 2019 mendatang.

Pilihan untuk netral itu bukan tanpa alasan. Sebab, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengaku belum mendapat jawaban yang memuaskan dari dua capres tentang target pertumbuhan ekonomi.

Bagi RR, sapaan akrabnya, masalah utama Indonesia saat ini adalah sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan di 5 persen menjadi salah satu indikatornya.


"Sudah saatnya ekonomi kita bangkit. Saya tes dengan bertanya bagaimana gagasan dari kedua kubu untuk perbaikan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Target apa yang bisa mereka berikan," tegasnya dalam acara Halaqoh Ekonomi bertajuk "Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur" di Hotel Atria, Malang, Kamis (31/1).

Dia ingin ada jawaban yang memuaskan dari calon hingga membuatnya mau berlabuh. Jawaban memuaskan yang dimaksud adalah komitmen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.

“Siapa yang bakal sungguh-sungguh bisa menghasilkan ekonomi di atas 8 persen dalam lima tahun menjabat itu hebat. Kalau hanya 5 persen kita ya tetap begini saja," ujar RR seperti dikutip RMOLJatim.

Sejauh ini, sambungnya, kedua calon sebatas menawarkan dua menu yang tidak jauh berbeda. Dalam analoginya, pasangan satu menawarkan tempe, sementara satunya lagi tahu.

“Keduanya sama-sama kedelai impor lagi. Ada tidak kira-kira menu tambahan untuk rakyat. Itulah yang harusnya kita dorong," tegasnya. [ian]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya