Berita

Menlu Retno Marsudi/Net

Politik

Pemerintah Kecewa Berat Dengan Sikap Vanuatu

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 19:53 WIB | LAPORAN:

Langkah Vanuatu yang memfasilitasi pertemuan tokoh pembebasan Papua Barat Benny Wenda dengan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB membuat geram pemerintah Indonesia.

Buntut dari tindakan itu, pemerintah Indonesia melayangkan protes keras kepada negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan tersebut.

"Kami sedang mempelajari segala kemungkinan. Namun yang pasti kami sudah melayangkan nota protes yang keras pada Vanuatu," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/1).


Dalam rapat kerja, Retno juga membeberkan jika Benny Wenda sempat menyampaikan beberapa hal terkait situasi di Papua saat pertemuan dengan Komisi Tinggi HAM PBB.

Padahal, berdasarkan laporan Perwakilan Tetap RI di Jenewa, diketahui pihak Komisi Tinggi HAM PBB terkejut dengan kehadiran Benny Wenda. Sebab dia tidak tercatat sebagai delegasi resmi Vanuatu.

Di sisi lain, kunjungan kehormatan delegasi Vanuatu ke kantor Komisi Tinggi HAM PBB bertujuan membahas pelaksanaan Universal Periodic Review HAM Vanuatu. Bukan membahas masalah Papua.

Retno dengan tegas menyatakan kalau Vanuatu tidak memiliki itikad baik terkait penghormatan atas kedaulatan wilayah Indonesia dengan memfasilitasi Benny Wenda.

"Rasa saling menghormati kedaulatan wilayah suatu negara harus dijunjung tinggi dalam sebuah hubungan diplomatik. Sebab salah satu prinsip yang harus dihormati semua negara adalah prinsip menghormati kedaulatan negara lain," tegas Retno. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya