Berita

Panen Jagung di Tibawa/RMOL

Politik

Soal Polemik Jagung, Pimpinan Komisi IV DPR Bela Menteri Amran

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 03:10 WIB | LAPORAN:

Sikap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang mempertanyakan data Kementerian Pertanian (Kementan) terkait panen jagung dikritisi. Darmin diminta mengecek langsung ke lapangan ketimbang hanya tahu dari laporan bawahan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono membela Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dia mengaku sangat menghargai kinerja Kementerian Pertanian yang sudah bahu-membahu bersama pemeritah daerah dan petani untuk mewujudkan swasembada jagung.

"Untuk tahun ini kita bisa untuk produksi pertama ini kita bisa 1,2 juta ton produksi panen jagung pertama ini, dan diperkirakan bisa 4 juta ton. Itu kan berarti swasembada," katanya saat menemani Menteri Amran Sulaiman memanen jagung di Desa Tolotio Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Rabu (30/1).


Menko Darmin sempat mengkritik data Kementan. Kata dia, berdasar data itu seharusnya Januari sudah ada panen raya. Namun pada kenyataannya, peternak kebanyakan mengeluh tentang sulitnya mendapatkan jagung untuk pakan ayam.

Akhirnya, dia pun memutuskan untuk mengimpor 100 ribu ton jagung.

Roem Kono menyesalkan pernyataan Darmin itu. Menurutnya, pernyataan semacam itu semestinya tak perlu keluar ke muka publik agar tidak terjadi kegaduhan.

"Saya kira dia sebagai sesama pemeritah tidak perlu harus bicara begitu. Kalau bicara soal itu mungkin di rapat-rapat saja ya. Rapat koordinasi. Namanya saja Menko, Menteri Koordinator ya dibicarakan di Menko saja, tidak perlu dibicarakan di luar," sesalnya.

Terkait impor 100 ribu ton jagung, ditekankan Roem Kono, hal itu bukanlah merupakan suatu permasalahan serius. Sebab pada kenyataannya, Jika dibandingkan dengan jagung yang akan dipanen nanti, jumlah itu sangatlah sedikit.

"Penghasilan kita (tahun ini diperkirakan) 3 sampai 4 juta ton. Jadi saya kira itu dengan impor 30 ribu ton itu jangan kita besar-besarin. Kenapa kita tidak membicarakan yang empat juta ton produksi ini ya," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya