Berita

Diskusi di Media Center Prabowo-Sandi/Net

Politik

Mantan Menkeu: Tata Kelola Utang Zaman Jokowi Tidak Jelas

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 01:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Manajemen pengelolaan tidak tepat sasaran membuat utang pemerintah Joko Widodo semakin meroket. Tercatat, per Desember 2018 utang mencapai Rp 4.418 triliun, dari sebelumnya senilai Rp 3.995 triliun, atau naik 10,5 persen sepanjang tahun.

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier menilai pemerintahan Jokowi tidak memiliki pengelolaan uang hasil utang yang jelas.

“Jadi berapa bayar bunga, untuk subsidi berapa, untuk macam-macam tidak terperinci,” kata Fuad dalam diskusi Rabu Biru 'Kemelut Utang di Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi' di media center pasangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).


Indikator paling nyata, sambungnya, adalah pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan tidak bisa beranjak dari angka 5 persen. Menurutnya, jika pemakaian uang dari hasil utang tepat sasaran, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia kemudian membandingkan dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, uang hasil utang dikelola terperinci, sehingga peningkatan utang tidak melonjak setinggi saat ini dan pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan.

“Sekarang utangnya penggunaan tidak jelas. Tidak efektif. Karena tidak semua untuk proyek, tapi sebagian itu adalah untuk pengeluaran yang sifatnya rutin atau tidak layak dibiayai dari pinjaman,” tegas tim ahli ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

Sebagai solusi, Fuad mengusulkan adanya reformasi APBN, sehingga bisa mengatasi defisit neraca perdagangan.

“Kalau itu direformasi itu tidak akan defisit APBN. Kan sama saja tidak ada utang baru,” pungkasnya. [ian]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya