Berita

Kapal Selam Kelas Scorpene/Net

Pertahanan

Menjelang ADECS Di Singapura, Berpacu Memenuhi Kebutuhan MEF TNI AL

JUMAT, 25 JANUARI 2019 | 19:27 WIB | LAPORAN: A KARYANTO KARSONO

. Menjelang ajang Asia Defence Expo & Conference Series (ADECS) 2019 yang akan berlangsung di Singapura pada 29-30 Januari 2019 di Marina Bay Sands, berhembus kabar mengenai kemajuan rencana TNI AL untuk menambah armada kapal selam. Sesuai rencana strategis (renstra) TNI.
 
Tampaknya saat ini tengah berlangsung perundingan pengadaan kapal selam antara PT PAL Indonesia dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) dari Korea Selatan. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia sudah membeli tiga unit kapal selam kelas Chang Bogo dari Negeri Ginseng. Berikut proses transfer teknologi. Proses ini memungkinkan Indonesia kelak membuat kapal selam sendiri secara mandiri.

Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sendiri tidak menutup kesempatan terhadap produsen kapal selam dunia lainnya untuk berkompetisi memasarkan produk kapal selam unggulan mereka. Namun syarat transfer teknologi menjadi point penting, seperti yang diamanatkan undang-undang.


Selain DSME dari Korea Selatan, tampaknya Perancis dan Rusia juga ikut menyodorkan penawaran kapal selam unggulan mereka. Perancis menyodorkan kapal selam Scorpene yang sudah dioperasikan AL Malaysia. Sementara Rusia mengajukan kapal selam kelas Kilo dan Amur.

Seperti diketahui, untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF), TNI AL membutuhkan penambahan setidaknya 12 unit kapal selam. Kini Indonesia sudah memiliki 5 unit kapal selam: 2 unit kelas Cakra (kapal selam Type 209 buatan Jerman yang operasional tahun 1981), dan 3 unit kelas Chang Bogo buatan DSME merupakan pengembangan Type 209 oleh Korea Selatan. Dari 3 unit kelas Chang Bogo, 2 unit sudah diserahterimakan (KRI Nagapasa, 2017 dan  KRI Ardadedali, 2018), sementara 1 unit sedang dalam proses penyelesaian di PT PAL.

Melihat rekam jejak yang ada, DSME tampaknya memiliki peluang besar untuk melaksanakan pengadaan kapal selam Indonesia berikutnya. Walau tidak menutup kemungkinan produsen dari negara lain bisa turut berkompetisi dengan  penawaran yang lebih menarik.

Dalam perundingan yang tengah berlangsung, terkuak kabar rencananya pengadaan 3 unit kapal selam untuk TNI AL.Jenis yang akan dibeli, seperti kebanyakan kapal selam di jajaran militer dunia, yakni kapal selam jenis diesel elektrik yang dinilai cocok untuk perairan Indonesia, ada laut dangkal dan laut dalam. [yls]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya