Berita

Kepala Satgas Nusantara Irjen Gatot Eddy Pramono/Net

Politik

PILPRES 2019

Mahasiswa Diajak Ikut Sejukkan Suasana Lewat Medsos

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 19:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepala Satgas Nusantara Irjen Gatot Eddy Pramono memaparkan potensi kerawanan Pemilu serentak 2019 saat mengisi kuliah umum di kampus Universitas Djuanda Bogor, Kamis (17/1).

Gatot memberikan kuliah bertajuk "Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Menangkal Hoax Demi Terciptanya Kenyamanan dan Kesejukan Pilpres 2019".

Pemilu tahun ini yang digelar pada 17 April nanti berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Pada Pemilu nanti digelar secara serentak antara Pileg dan Pilpres. Pileg, partai politik akan memperebutkan suara nasional pemilih 4 persen untuk lolos ke Parlemen.


"Selain persaingan antar parpol untuk memperoleh minimal 4 persen suara nasional juga ada persaingan internal antar caleg partai itu," ujar Gatot.

Kerawanan lainnya, adalah soal digaungkannya politik identitas, politisasi SARA, pemanfaatan isu-isu yang dapat memecah belah bangsa, black campaign dan negatif campaign, hoax dan ujaran kebencian.

"Ini semua akan memunculkan potensi konflik sosial jika kita tidak ikut mewaspadai secara bersama-sama," sebut Gatot.

Tidak sampai di situ, ancaman lain yang dapat meruntuhkan keutuhan NKRI, adalah ketika Pemilu berhasil ditumpangi agenda yang bertentangan dengan Pancasila, seperti khilafah dan infiltrasi asing.

Dalam kesempatan itu, Gatot kemudian mengutip hasil survei Assosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJJI) 2017. Disebutkan, pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017, misalnya, pengguna internet mencapai 143,26 juta jiwa dibanding tahun 2016 yang hanya 132 juta jiwa.

"Itu artinya ada peningkatan sebanyak 10,56 juta jiwa pengguna internet. Lebih dari 83 persen pengguna internet berusia 19 tahun ke atas," papar Gatot.

Dia juga mengutip hasil survei Daring Maste 2017. Dalam survei yang diikuti 1.116 responden menunjukkan bahwa aplikasi kemunikasi situs nenjadi saluran tertinggi penyebaran hoaks dalam bentuk tulisan, gambar dan video.

Menurut Gatot, menjamurnya haox tidak membuat Polri tutup mata. Hoax terus diperangi. Jumlah konten hoax yang diselidiki Polri sampai akhir Desember 2018 sebanyak 3.884, lebih dari separuh berasal dari jumlah laporan pada 2018. Sementara akun anonymous lebih dari 100 persen pada 2017.

"10 persen diantaranya telah disidik, selebihnya dalam proses pemblokiran, monitoring dan pendalaman," terang mantan Wakapolda Sulsel itu.

Karena hoax cukup masif dan membahayakan negara, Gatot meminta mahasiwa dan pemuda menggunakan medsos, terutama dalam proses menyebarkan informasi positif. Mahasiswa dan pemuda diminta tidak hanya percaya pada satu informasi. Kalau perlu, mereka harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, berperan aktif menjaga stabilitas.

Lebih jauh, Gatot menambahkan mahasiswa dan pemuda harus menjadi bagian dari colling system guna meminimalisir terjadinya konflik sosial, dan ikut menciptakan suasana kesejukan, terlibat aktif dalam memerangi hoax dan hate speech dan menjadi agent of change dalam membangun dan memajukan bangsa.

"Jangan ragu untuk menggunakan fitur "report abuse atau report content" ketika menemukan informasi yang tidak benar," tutup Gatot. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya