Berita

Trump/Net

Dunia

Trump Tidak Mengalah Soal Tembok Perbatasan, Shutdown Pemerintahan Berlanjut

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 18:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda mengalah pada permintaannya untuk pendanaan dinding perbatasan pada pekan kedua penutupan sebagian pemerintah federal.

Penutupan pemerintahan parsial yang dimulai pada 22 Desember lalu diketahui dipicu oleh permintaan Trump untuk mendanai pembangunan tembok di perbatasan selatan Amerika Serikat dengan Meksiko. Pembangunan itu sendiri merupakan salah satu janji kampanye Trump.

Para pemimpin kongres muncul dari pertemuan tertutup dengan Trump pada hari Rabu (2/1) tanpa resolusi. Mereka diperkirakan akan kembali ke Gedung Putih untuk melakukan pembicaraan pada hari Jumat (4/1). Hal itu mengindikasikan bahwa penutupan itu akan berlangsung hingga akhir pekan ini.


Selama pertemuan hari Rabu kemarin, Demokrat terkemuka mengatakan mereka menekan Trump untuk menjelaskan mengapa dia tidak akan mengakhiri penutupan.

"Saya berkata, Presiden, beri saya satu alasan bagus mengapa Anda harus melanjutkan penutupan Anda," kata Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer setelah pertemuan.

"Dia tidak bisa memberikan jawaban yang bagus," tambahnya seperti dimuat Al Jazeera.

Setelah pertemuan itu, Trump membuat cuitan yang menyebut bahwa dia tetap siap dan mau bekerja dengan Demokrat.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa penutupan itu bisa berlangsung lama. Dia menambahkan bahwa tembok itu terlalu penting dari subjek untuk dijauhi.

"Saya pikir orang-orang di negara ini berpikir saya benar," kata Trump.

Trump juga menolak tawaran pemerintahannya sendiri untuk menerima anggaran 2.5 miliar dolar AS untuk pembangunan dinding. Tawaran itu dibuat ketika Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat tinggi lainnya bertemu Schumer di awal penutupan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya