Berita

Korut/Net

Dunia

Diplomat Top Korut Cari Suaka Di Italia?

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 18:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang diplomat top Korea Utara di Italia dikabarkan mencari suaka ke negara Barat. Dia adalah Jo Song Gil.

Harian Korea Selatan JoongAng Ilbo, seperti dimuat ulang Channel News Asia, mengabarkan bahwa Jo mengajukan permohonan suaka ke negara Barat yang tidak disebutkan, bersama dengan keluarganya. Harian itu mengutip sumber-sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya di Seoul.

"Dia mencari suaka awal bulan lalu," begitu kabar yang dimuat JoongAng mengutip satu sumber.


Pihak berwenang Italia dalam hal tersebut dikabarkan ikut bingung atas apa yang harus dilakukan. Namun diplomat top itu kabarnya dilindungi di tempat yang aman.

Jo sendiri dikabarkan berusia 48 tahun dan bertindak sebagau dutabesar di Roma sejak Oktober 2017 lalu.

Harian yang sama, mengutip pakar Korea Utara menyebut, Jo dikenal sebagai putra atau menantu dari salah satu pejabat tingkat tinggi di Korea Utara yang tidak disebutkan namanya.

Bila kabar tersebut terverifikasi, maka Jo adalah diplomat Korut terbaru yang membelot. Diplomat senior Korut terakhir yang membelot adalah Thae Yong Ho, yang meninggalkan jabatannya sebagai wakil duta besar di London pada 2016.

Kebanyakan diplomat Korea Utara yang bertugas di luar negeri biasanya diharuskan meninggalkan beberapa anggota keluarga, biasanya anak-anak, di Pyongyang untuk mencegah pembelotan mereka saat bekerja di luar negeri.

Namun Jo datang ke Roma pada bulan Mei 2015 dengan istri dan anak-anaknya. Hal itu kemungkinan karena dia berasal dari keluarga istimewa. Namun alasan pembelotannya masih belum jelas. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya