Berita

Gambar dari misi Bulan China/BBC

Dunia

China Berhasil Mendaratkan Misi Chang'e-4 Di Sisi Jauh Bulan

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 14:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di sisi jauh Bulan pekan ini. Ini adalah upaya dan pendaratan pertama yang pernah dilakukan negeri tirai bambu tersebut.

Pesawat ruang angkasa yang diberi nama Chang'e-4 tanpa awak itu mendarat di Cekungan Kutub-Aitken Selatan.

Pesawat ini membawa instrumen untuk menganalisis geologi wilayah yang belum dijelajahi, serta melakukan eksperimen biologis.


Pendaratan dilihat sebagai tonggak utama dalam eksplorasi ruang angkasa yang dilakukan oleh China.

Ada banyak misi ke Bulan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi sebagian besar telah mengorbit atau terbang. Pendaratan berawak terakhir adalah Apollo 17 pada tahun 1972.
Chang'e-4 sendiri telah mengirim kembali gambar pertamanya dari permukaan bulan, yang kemudian dibagikan oleh media pemerintah.

Tanpa tautan komunikasi langsung yang memungkinkan, semua gambar dan data harus dipantulkan dari satelit terpisah sebelum dikirim ke Bumi.

Misi ke Bulan sebelumnya telah mendarat di sisi yang menghadap Bumi, tetapi baru kali ini misi diarahkan ke sisi jauh yang belum dijelajahi dan memiliki karakter berbatu.

Sstronom di Caltech, Ye Quanzhi, mengatakan kepada BBC bahwa ini adalah pertama kalinya China mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan kekuatan luar angkasa.

Chang'e-4 sendiri diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di China pada 7 Desember lalu tiba di orbit bulan pada 12 Desember 2018.

Penyelidikan Chang'e-4 bertujuan untuk mengeksplorasi tempat yang disebut kawah Von Kármán, yang terletak di dalam Cekungan Kutub-Aitken (SPA) Selatan yang jauh lebih besar dan diperkirakan terbentuk oleh dampak raksasa di awal sejarah Bulan.

"Struktur besar ini memiliki diameter lebih dari 2.500 km dan kedalaman 13 km, salah satu kawah tumbukan terbesar di Tata Surya dan cekungan terbesar, terdalam dan tertua di Bulan," kata profesor fisika di UCL's Mullard Laboratorium Ilmu Luar Angkasa di Surrey, seperti dimuat BBC (Kamis, 3/1).

Tujuan lainnya misi itu adalah untuk mempelajari bagian-bagian dari lembaran batuan yang meleleh yang akan mengisi Cekungan Kutub-Aitken Selatan yang baru terbentuk, dan memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi variasi dalam komposisinya.

Tujuan terakhirnya juga adalah mempelajari regolith sisi jauh, batuan pecah dan debu yang membentuk permukaan, yang akan membantu manusia memahami pembentukan Bulan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya