Berita

9/11/Net

Dunia

Kelompok Peretas Ini Ancam Bocorkan Data Rahasia Soal 9/11

RABU, 02 JANUARI 2019 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok peretas Dark Overlord mengancam akan membocorkan ribuan dokumen "rahasia" yang dicuri dari perusahaan asuransi dan lembaga pemerintah yang mereka klaim mengungkapkan kebenaran tentang peristiwa 9/11,  kecuali mereka dibayar untuk tidak melakukannya.

The Dark Overlord dikenal karena peretasan Netflix, klinik operasi plastik, dan target sensitif lainnya. Kelompok ini mengunggah tautan ke arsip dokumen terenkripsi 10 GB yang terkait dengan litigasi 9/11. Kelompok ini berjanji untuk melepaskan kunci enkripsi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi di sebuah pos di Pastebin.

Dikabarkan Russia Today (Rabu, 2/1), kelompok itu mengklaim dokumen itu menceritakan kisah tentang apa yang sebenarnya terjadi pada salah satu tanggal paling terkenal dalam sejarah baru-baru ini.


"Kami akan memberikan banyak jawaban tentang 9,11 konspirasi melalui kebocoran 18.000 dokumen rahasia kami," tulis mereka di akun Twitternya.

Mereka menyebut, data yang mereka miliki  terdiri surat, email, dan berbagai dokumen yang menyebutkan firma hukum, Administrasi Keamanan Transportasi, dan Administrasi Penerbangan Federal.

Mereka mengklaim telah meretas dokumen tidak hanya dari perusahaan asuransi global besar seperti Lloyds of London dan Hiscox, tetapi juga Silverstein Properties, yang memiliki kompleks World Trade Center, dan berbagai lembaga pemerintah. [mel]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya