Berita

Trump dan Mitt Romney/The Guardian

Dunia

Trump Tidak Punya Karakter Dalam Memimpin Negara

RABU, 02 JANUARI 2019 | 21:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan kandidat presiden dari Partai Republik Amerika Serikat, Mitt Romney mengkritik tajam Presiden Amerika Serikat Donald Trump baik secara pribadi maupun profesional.

Romney menuduhnya meninggalkan sekutu negara dan tidak memiliki karakter untuk memimpin negara yang terpecah.

Dalam esai di Washington Post yang diterbitkan pada Selasa (1/1), Romney mengatakan bahwa kepresidenan Trump membuat penurunan yang dalam pada bulan Desember 2018 lalu. Dia menyalahkan Trump atas hengkangnya menteri pertahanan Jim Mattis dan kepala staf Gedung Putih John Kelly.


"Penunjukan orang-orang senior yang kurang berpengalaman, pengabaian sekutu yang berperang di samping kita, dan pernyataan tanpa berpikir presiden bahwa Amerika telah lama menjadi 'pengisap' dalam urusan dunia semua menetapkan kepresidenannya turun," tulisnya.

"Secara seimbang, perilakunya selama dua tahun terakhir, terutama tindakannya bulan ini, adalah bukti bahwa presiden belum naik ke lapisan kantor," sambungnya, seperti dimuat The Guardian.

Di sisi lain, Romney memuji kebijakan pajak Trump, sikap terhadap China dan penunjukan hakim konservatif. Namun dia menekankan bahwa itu adalah kebijakan arus utama Republik.

"Untuk sebagian besar, presidensi membentuk karakter publik bangsa," tulisnya.

"Seorang presiden harus menyatukan kita dan mengilhami kita untuk mengikuti 'malaikat kita yang lebih baik'. Seorang presiden harus menunjukkan sifat-sifat penting dari kejujuran dan integritas, dan mengangkat wacana nasional dengan hormat dan saling menghormati. Sebagai bangsa, kita telah diberkati dengan presiden yang telah menyerukan kebesaran semangat Amerika,"  tambahnya.

"Dengan bangsa yang terpecah belah dan marah, kepemimpinan presiden dalam kualitas karakter sangat diperlukan," jelas Romney

Dia menambahkan bahwa kata-kata dan tindakan Trump telah menyebabkan kegelisahan di seluruh dunia. Dia mengutip laporan Pew yang menunjukkan kepercayaan di antara orang-orang di Jerman, Inggris, Perancis, Kanada dan Swedia bahwa Trump akan melakukan hal yang benar telah turun dari 84 persen pada 2016 menjadi 16 persen setahun kemudian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya