Berita

Protes di India/CNA

Global

Aksi Wanita Masuk Kuil Sakral Picu Unjuk Rasa Besar-besaran Di India

RABU, 02 JANUARI 2019 | 21:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua wanita menentang larangan berabad-abad untuk memasuki kuil Hindu di negara bagian India, Kerala, pada hari ini (Rabu, 2/1). Kejadian ini memicu protes dari kelompok-kelompok Hindu konservatif yang marah atas kunjungan mereka.

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan kerumunan besar pemrotes di ibukota negara bagian Thiruvananthapuram. Di beberapa kota lain di negara bagian itu, protes serupa juga dilakukan.

Diketahui bahwa Mahkamah Agung India pada bulan September 2018 lalu memerintahkan pencabutan larangan perempuan atau gadis usia menstruasi memasuki Kuil Sabarimala, yang menarik jutaan jamaah dalam setahun.


Tetapi pihak kuil itu menolak untuk mematuhi peraturan dan upaya berikutnya oleh perempuan untuk mengunjunginya telah diblokir oleh ribuan umat.

Dikabarkan Channel News Asia, pemerintah negara bagian Kerala dijalankan oleh partai-partai sayap kiri dan telah berusaha untuk mengizinkan perempuan masuk ke dalam kuil. Langkah ini menarik kritik dari kedua partai politik utama India, termasuk nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP).

Keributan telah menempatkan masalah agama, yang bisa sangat diperdebatkan di India, tepat pada agenda politik berbulan-bulan sebelum pemilihan umum, yang dijadwalkan pada bulan Mei mendatang.

Kemungkinan lebih banyak konfrontasi dimunculkan oleh seruan dari kelompok Hindu sayap kanan di Kerala, Sabarimala Karma Samithi, yang didukung oleh BJP, untuk melakukan aksi protes di seluruh negara bagian pada hari Kamis (3/1). BJP sendiri menyerukan agar protes dilakukan dengan damai.

Sebelumnya, presiden BJP negara bagian Kerala menggambarkan kunjungan perempuan itu sebagai konspirasi oleh para penguasa ateis untuk menghancurkan kuil-kuil Hindu. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya